SpaceX Disebut Bangun Jaringan Satelit Mata-mata untuk Badan Intelijen AS

Prototipe pesawat luar angkasa SpaceX Starship diangkut dari lokasi peluncuran menjelang uji penerbangan ketiga SpaceX Starship dari Starbase di Boca Chica, Texas, 12 Maret 2024. (Foto: AFP)
Prototipe pesawat luar angkasa SpaceX Starship diangkut dari lokasi peluncuran menjelang uji penerbangan ketiga SpaceX Starship dari Starbase di Boca Chica, Texas, 12 Maret 2024. (Foto: AFP)

SpaceX sedang membangun rangkaian ratusan satelit mata-mata dalam sebuah kontrak rahasia dengan sebuah lembaga intelijen AS, menurut lima sumber yang mengetahui program tersebut. Hal itu menunjukkan hubungan yang semakin dalam antara perusahaan antariksa milik miliarder Elon Musk dan lembaga keamanan nasional.

Jaringan tersebut dibangun oleh unit bisnis SpaceX, Starshield, berdasarkan kontrak senilai $1,8 miliar yang diteken pada 2021 dengan Badan Pengintaian Nasional (National Reconnaissance Office/NRO), sebuah badan intelijen yang mengelola satelit mata-mata, kata sumber tersebut.

Bacaan Lainnya

Rencana itu menunjukkan sejauh mana keterlibatan SpaceX dalam proyek intelijen dan militer AS. Hal ini juga memberikan gambaran tentang investasi Departemen Pertahanan AS atau Pentagon yang lebih jauh pada sistem satelit besar yang mengorbit rendah Bumi untuk mendukung pasukan darat.

Jika berhasil, sumber tersebut mengatakan bahwa program itu akan meningkatkan kemampuan pemerintah dan militer AS secara signifikan untuk menemukan target potensial hampir di mana saja di dunia dengan cepat.

Sumber tersebut menyatakan bahwa kontrak itu juga menandakan adanya peningkatan tingkat kepercayaan badan intelijen terhadap sebuah perusahaan yang dimiliki oleh individu yang berkonflik dengan pemerintahan Biden. Sebelumnya, kontroversi antara pemerintah dan Musk muncul pada penggunaan satelit Starlink dalam konflik Ukraina.

The Wall Street Journal melaporkan pada Februari adanya kontrak rahasia Starshield senilai $1,8 miliar dengan badan intelijen yang tidak diketahui, tanpa memerinci tujuan program tersebut.

Reuters melaporkan untuk pertama kalinya bahwa kontrak SpaceX adalah untuk pengembangan sistem mata-mata baru yang canggih. Sistem tersebut melibatkan ratusan satelit yang memiliki kemampuan pencitraan Bumi, yang dapat beroperasi dalam kelompok di orbit rendah. Agen mata-mata yang bekerja sama dengan perusahaan Musk dalam proyek ini adalah NRO.

Reuters tidak mengetahui kapan jaringan satelit baru akan mulai beroperasi dan perusahaan mana saja yang juga menjadi bagian dari program tersebut.

SpaceX, operator satelit terbesar di dunia, tidak menanggapi beberapa permintaan komentar mengenai kontrak tersebut, perannya di dalamnya, dan perincian peluncuran satelit. Pentagon merujuk permintaan komentar ke NRO dan SpaceX.

Total Views: 444

Pos terkait