Presiden Targetkan 41 Proyek Strategis Nasional Rampung Tahun Ini

FILE - Presiden Joko Widodo menuju lokasi peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pupuk Fakfak, Kamis, 23 November 2023. (Twitter/@jokowi)
FILE - Presiden Joko Widodo menuju lokasi peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pupuk Fakfak, Kamis, 23 November 2023. (Twitter/@jokowi)

Perlu Evaluasi Lebih Lanjut

Ekonom Indef Nailul Huda menilai keberlanjutan proyek-proyek ini akan sangat tergantung pada alokasi anggaran, dan tentunya siapa presiden yang akan terpilih kelak.

Bacaan Lainnya

Mengingat mayoritas anggaran berasal dari APBN maka keberlanjutan proyek-proyek ini akan sangat bergantung pada ruang fiskal yang ada; terlebih karena Presiden Jokowi telah menginstruksikan pembekuan anggaran kementrian/lembaga agar dapat dialihkan untuk bantuan sosial dan bantuan pupuk bersubsidi.

“Kedua, itu akan sangat tergantung sekali pada siapa nih yang akan jadi pemerintahan selanjutnya. Kalau yang jadi Prabowo itu sudah pasti beberapa PSN ini akan diupayakan dilanjutkan karena taglinenya kan dilanjutkan. Kalau yang jadi 01 Pak Anies, itu sudah pasti ada beberapa yang dievaluasi sehingga menciptakan ruang fiskal,” ungkap Nailul.

Terlepas dari faktor anggaran dan siapa pemerintahan terpilih selanjutnya, Nailul menekankan perlunya memikirkan dampak pada masyarakat dan perekonomian untuk setiap proyek strategis nasional yang dikerjakan pemerintah. Ia mencontohkan Bandara Kertajati, di Jawa Barat, yang termasuk ke dalam daftar PSN. Meskipun bandara ini sudah selesai dibangun, terbukti sepi karena tidak terlalu diminati masyarakat.

“Makanya untuk selanjutnya, harus memperhatikan dari keberlangsungan proyeknya ke depan. sangat menarik kalau nanti kita melihat apakah PSN yang sudah jadi di tahun 2023, dan yang dikerjakan di tahun 2024 ini ke depannya apakah memang bermanfaat bagi masyarakat luas atau menjadi bangunan mangkrak lagi,” jelasnya.

Meskipun pada umumnya berbagai PSN ini kerap menyerap tenaga kerja dalam jangka pendek, Nailul menilai yang lebih penting adalah dampak dan manfaat bagi publik dalam jangka menengah dan panjang. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 734

Pos terkait