Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Setelah Kecam Langkah-Langkah ‘Perang’

Uji coba penembakan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru "Hwasong-18" di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. (Foto: via AFP)
Uji coba penembakan rudal balistik antarbenua (ICBM) baru "Hwasong-18" di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. (Foto: via AFP)

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan rudal yang diluncurkan pada hari Senin ini ditembakkan dari daerah di dekat ibu kota, Pyongyang, ke arah laut di lepas pantai timur Korea Utara dan terbang sekitar 1.000 kilometer.

Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan penerbangan itu berlangsung selama 73 menit, tidak sampai 74 menit penerbangan ICBM yang ditembakkan Korea Utara pada Juli lalu. Rudal itu mencapai ketinggian maksimum lebih dari 6.000 kilometer dan jauh ke laut di sebelah barat Hokkaido di luar zona ekonomi eksklusif Jepang, kata Jepang.

Bacaan Lainnya

Rudal yang ditembakkan pada lintasan tinggi dengan puncak seperti itu kemungkinan adalah proyektil yang mampu mencapai jarak 15 ribu kilometer pada lintasan normal, menurut analisis pakar mengenai uji coba rudal jarak jauh sebelumnya.

Peluncuran semacam itu menekankan upaya Korea Utara untuk meningkatkan arsenalnya dengan senjata berjangkauan lebih panjang yang berpotensi dapat menjangkau daratan AS.

Daerah di dekat bandara internasional di Pyongyang adalah tempat peluncuran ICBM sebelumnya dan diduga menjadi lokasi fasilitas perakitan rudal.

ICBM Hwasong-18, rudal berbahan bakar padat terbaru Korea Utara, telah diluncurkan dari dekat Pyongyang, di sebuah lapangan rumput yang menurut para analis kemungkinan diperkuat dengan beton untuk kendaraan peluncur berat.

Peluncuran rudal pada hari Senin ini berlangsung setelah Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak pendek pada Minggu malam. Rudal itu terbang sekitar 570 kilometer dan jatuh ke lautan. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 1090

Pos terkait