Pro-Kontra Penerapan Menu Digital dengan Kode QR

Seorang pekerja menunjukkan menu digital di restoran Casa Nossa di lingkungan Lapa di Rio de Janeiro, Brazil, 24 Mei 2023. (MAURO PIMENTEL/AFP)
Seorang pekerja menunjukkan menu digital di restoran Casa Nossa di lingkungan Lapa di Rio de Janeiro, Brazil, 24 Mei 2023. (MAURO PIMENTEL/AFP)

Andre Delfino (50), manajer restoran elegan Casa Nossa di Santa Teresa mengatakan,”Saya baru saja menambahkan makanan Jepang ke menu. Kalau saya punya 50 brosur menu, saya harus mengubah 50 brosur itu. Dengan menu digital, kita dapat mengubahnya dalam beberapa menit tanpa ada dampaknya terhadap lingkungan.”

Sementara itu di Café do Alto, bangunan bersejarah di dekat jalur trem ikonik di Santa Teresa, salah seorang pemiliknya, Francisco Dantas menyebut dirinya sebagai tradisionalis yang menyukai pengalaman bersantap yang intim dan bebas teknologi. Tetapi ia menyukai penggunaan menu digital untuk tawaran bir yang diproduksi dalam skala kecil dan pilihannya terus berkembang.

Bacaan Lainnya

Dantas yang berusia 43 mengatakan,”Supergampang, dibuat dalam hitungan menit. Saya melakukannya di ponsel saya dalam beberapa detik. Masuk, kontrol C, kontrol V, tambahkan yang baru. Tak ada misteri. Dengan kertas, selain harus berhati-hati dengan apa yang dicetak, perlu waktu lebih lama.”

Asosiasi Bar dan Restoran Brazil ingin pemerintah menyerahkan keputusan kepada para pemilik usaha. Juru bicara asosiasi itu, Jose Eduardo Camargo, mengatakan, itu semua adalah masalah pasar. Kedua sistem tersebut punya kelebihan dan penggemar masing-masing.

Asosiasi itu mendapati dalam survei baru-baru ini bahwa 38 persen restoran Brazil telah mengadopsi menu digital, 25 persennya berencana menggunakannya. Cepatnya perubahan inilah yang membuat khawatir legislator Rio Rodrigo Amorim yang memperkenalkan legislasi baru itu.

Menurutnya, kita mungkin sedang mengarah ke dunia menu yang semuanya digital. Tetapi ia berharap perubahan itu berlangsung secara terhormat dan inklusif.

Sementara itu, lanjutnya, “tak ada yang lebih romantis daripada datang di restoran, memegang menu di tangan dan memutuskan apa yang akan disantap.” [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 625

Pos terkait