Pansus Minta BP Kembangkan Manufaktur

Karimun (Jurnal) – Panitia Khusus DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone mengembangkan industri manufaktur untuk pengembangan investasi di kawasan tersebut.

“Kita menginginkan pengembangan FTZ diarahkan pada industri manufaktur yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi,” kata Ketua Pansus Perluasan FTZ DPRD Karimun Raja Kamaruddin di Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Sektor manufaktur, jasa perdagangan dan pariwisata, menurut Raja Kamaruddin diharapkan dapat menggantikan sektor pertambangan yang selama ini masih menjadi primadona bagi pendapatan asli daerah.

“Sektor pertambangan merupakan sektor yang menggali sumberdaya alam yang bisa habis, jadi harus dicari penggantinya dengan tidak hanya mengandalkan sumberdaya alam,” kata dia.

Menurut dia, pertambangan di FTZ suatu saat harus tutup namun harus digantikan dengan industri manufaktur yang mengolah barang mentah menjadi barang jadi.

Pansus, lanjut Raja Kamaruddin, tengah membahas rekomendasi perluasan FTZ yang kini masih meliputi sebagian wilayah Pulau Karimun Besar untuk diperluas ke pulau-pulau lain.

Rekomendasi yang dihasilkan, menurut dia, akan disampaikan kepada Dewan Kawasan dan pemerintah pusat untuk disetujui.

“Kita berikan masukan secara politis. Rekomendasi ini akan kita bawa ke Jakarta, baik melaui jalur birokrasi maupun legislatif, termasuk beberapa catatan seperti masalah sektor pertambangan itu,” tambah Raja Kamaruddin. (rus)

Total Views: 178

Pos terkait