Tim Pemprov Kepri Bergerak ke Lokasi Longsor Natuna Dini Hari

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, SE., MM bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Tabana Bangun, M.Si, usai mengikuti rapat koordinasi penangan bencana Serasan, di Natuna, Selasa (7/3/2023). (Foto: Ist/Anton Marulam/jurnalterkini.id)
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, SE., MM bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Tabana Bangun, M.Si, usai mengikuti rapat koordinasi penangan bencana Serasan, di Natuna, Selasa (7/3/2023). (Foto: Ist/Anton Marulam/jurnalterkini.id)

Natuna, jurnalterkini.id — Tim Pemprov Kepri berangkat menuju lokasi longsor di Pulau Serasan menggunakan kapal Indra Perkasa dari pelabuhan Penagih, Ranai, Natuna, Rabu (8/7/2023) pukul 01.00 WIB dini hari.

Tim membawa sejumlah bantuan yang dihimpun dari BNPB dan Basarnas untuk para korban.

Bacaan Lainnya

Sampai saat ini kebutuhan yang sangat mendesak adalah makanan siap saji untuk para pengungsi yang jumlahnya mencapai 1200 orang lebih.

Adapun rombongan yang berangkat adalah Kepala BPBD Kepri M Hasbi, Kepala Biro Umum Abdullah dan beberapa tim pendukung. Adapun jarak tempuh berlayar dari Ranai ke Serasan sekitar 7 jam.

“Kita minta agar semua OPD teknis Pemprov Kepri dan tim medis berangkat segera ke sana. Kita semua harus cepat tanggap menyikapi ini. Kita juga berdampingan terus dengan tim rescue lainnya dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri dan lainnya,” kata Ansar.

Bantuan logistik kepada warga yang terkena musibah longsor, di Serasan, Natuna, mulai berdatangan, Rabu (8/3/2023). Pemprov Kepri terus menyalurkan bantuan logistik, tenaga kesehatan, dan relawan. (Foto: Ist/Anton Marulam/jurnalterkini.id)

Berdasarkan rilis tim gabungan Tanggap Bencana di Serasan dan Serasan Timur pertanggal 07 Maret 2023 jam 20.00 Wib bahwa data korban meninggal yang sudah teridentifikasi sebanyak 12 orang.

Sedangkan yang masih hilang sebanyak 43 orang, korban kritis yang sudah dikirim ke Pontianak via kapal laut Bukit Raya berjumlah 3 orang dan ke Ranai 1 orang. Namun satu orang warga akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan ke Pontianak.

Adapun data pengungsi yang tercata masing-masing: pengungsian PLBN  219 orang; pengungsian Puskesmas  215 orang; pengungsian Pelimpak dan di Masjid Alfurqon 500 orang; pengungsian di SMA 1 Serasan 282 orang. Sehingga jumlah keseluruhan pengungsi tercatat 1.216 orang. (Anton Marulam/*)

Editor: Rusdianto

Total Views: 192

Pos terkait