Karimun (Jurnal) – Komisi B DPRD Karimun yang membidangi ekonomi dan anggaran menyambut positif wancana pendirian Bank Kepri sebagaimana dilontarkan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Sani.
“Kita sambut baik wacana itu, tentunya tujuannya untuk memacu perekonomian dan meningkatkan sektor usaha kecil dan menengah,” ucapnya.
Hanya saja, kata Jhon, pendirian sebuah bank membutuhkan proses yang panjang dan modal besar. “Pendirian sebuah bank tentu tidak mudah, menyangkut kemampuan daerah dalam menyiapkan modal,” katanya.
Gubernur Kepri Muhammad Sani menyampaikan harapannya agar Bank Kepri segera didirikan.
“Pendirian Bank Kepri masih dalam proses. Mudah-mudahan segera selesai,” kata Sani di Batam beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan untuk membangun bank pembangunan daerah memerlukan waktu yang tidak sebentar. “Pembangunan bank perlu waktu, harus dipelajari dan dibicarakan dengan DPR,” kata dia.
Pemprov Kepri masih mengkaji opsi yang tepat dalam mendirikan bank daerah, antara membeli bank kecil atau mengupayakan kantor utama Bank Syariah Riau Kepri di Batam.
“Meskipun membeli, prosesnya tidak mudah,” kata dia.
Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaria Kabupaten Karimun Arnadi Supaat mengatakan, belum ada pembicaraan dengan pemerintah provinsi terkait wacana pembentukan Bank Kepri.
“Dalam pertemuan dengan pemerintah provinsi beberapa waktu lalu, memang pernah disampaikan soal itu, namun belum ada pembicaraan secara resmi,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Karimun Arnadi Supaat di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Arnadi menyambut baik wacana pembentukan Bank Kepri karena bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Bagus, tetapi bukan kapasitas kami untuk setuju atau tidak. Itu tergantung dari bupati selaku kepala daerah,” ucapnya.
Secara terpisah, Ketua Komisi B DPRD Karimun Jhon Abrison turut menyambut positif pembentukan Bank Kepri untuk meningkatkan pelayanan dan pendapatan daerah. (antarakepri.com/red)





