PM Belanda Diperkirakan Ajukan Permohonan Maaf Terkait Perbudakan di Masa Lalu

Clave, Monumen Perbudakan, karya Alex da Silva di Rotterdam, Belanda, Senin, 19 Desember 2022. Pemerintah Belanda diperkirakan akan mengeluarkan permintaan maaf resmi atas perannya dalam perdagangan budak global. (AP/Peter Dejong)

Pidato Rutte akan disampaikan pada saat sejarah kolonial brutal di banyak negara mendapat sorotan kritis karena gerakan Black Lives Matter dan pembunuhan polisi terhadap George Floyd, seorang pria kulit hitam, di kota Minneapolis, AS pada 25 Mei 2020.

Pidato perdana menteri tersebut merupakan tanggapan atas laporan yang diterbitkan tahun lalu oleh dewan penasehat yang ditunjuk pemerintah. Rekomendasinya termasuk permintaan maaf dan pengakuan pemerintah bahwa perdagangan budak dan perbudakan dari abad ke-17 hingga penghapusan “yang terjadi secara langsung atau tidak langsung di bawah otoritas Belanda adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Bacaan Lainnya

Laporan tersebut mengatakan bahwa apa yang disebut rasisme institusional di Belanda “tidak dapat dilihat secara terpisah dari perbudakan dan kolonialisme selama berabad-abad dan ide-ide yang muncul dalam konteks ini.”

Kota-kota Belanda, termasuk ibu kota, Amsterdam, dan kota pelabuhan Rotterdam telah mengeluarkan permintaan maaf atas peran bersejarah para pendiri kota-kota itu dalam perdagangan budak. (voaindonesia)

Total Views: 388

Pos terkait