Pengamat Perkirakan Ekspor Indonesia Terus Turun Hingga Penghujung Tahun

Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira (screenshot)

Nilai Ekspor Turun, Tetapi Surplus

Deputi Bidang Statistik Produksi (BPS) M. Habibullah, mengatakan meski nilai ekspor November 2022 mengalami penurunan, tetapi neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus sebesar $5,16 miliar. Surplus tersebut terutama berasal dari sektor nonmigas sebesar $6,83 miliar, tetapi tereduksi oleh defisit sektor migas senilai $1,67 miliar.

Habibullah menjelaskan bahwa penurunan ekspor terbesar pada November terjadi pada komoditas migas. Ekspor migas pada bulan lalu terkoreksi 11,85 persen, dari $1,29 miliar menjadi $1,14 miliar. Ekspor nonmigas juga mengalami penurunan tipis sebanyak 1,94 persen, dari $23,44 miliar menjadi $22,99 miliar.

Bacaan Lainnya

“Pada tahun 2021 dan 2022, pertumbuhan ekspor pada November memiliki pola yang sama, bila dibandingkan dengan kondisi Oktober, yaitu mengalami penurunan secara bulanan,” jelas Habibullah secara daring, Kamis (15/12).

Data BPS menyebutkan penurunan terbesar ekspor nonmigas pada November 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan. Sedangkan yang masih mengalami peningkatan adalah logam mulia dan perhiasan. Ekspor nonmigas November 2022 terbesar ditujukan ke China dengan angka sebesar $6,28 miliar, disusul AS $2,10 miliar, dan Jepang $1,90 miliar. Sementara ekspor ke ASEAN dan 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa, masing-masing mencapai $4,25 miliar dan $1,55 miliar.

“Secara bulanan, nilai impor November 2022 sebesar $18,96 miliar, turun 0,91 persen dibandingkan Oktober 2022,” tambah Habibullah.

BPS merinci impor migas November 2022 membukukan angka $2,8 miliar atau turun 16,64 persen dibandingkan Oktober 2022. Sedangkan impor nonmigas November 2022 tercatat $16,16 miliar atau naik 2,45 persen dibandingkan Oktober 2022. [VOA]

Editor: Rusdianto

Total Views: 678

Pos terkait