“Stimulus juga dibutuhkan. Sekarang sektor yang terdampak penurunan adalah tekstil dan pakaian jadi. Maka dibutuhkan diskon tarif listrik, pengurangan pajak hingga bantuan subsidi upah,” tambah Bhima.
Menurut Bhima, stimulus pemerintah kepada dunia usaha dibutuhkan untuk memperkuat kinerja ekspor perusahaan-perusahaan di Tanah Air. Selain itu, pemerintah juga dapat memaksimalkan peran duta besar dan atase perdagangan untuk memberikan informasi produk yang dibutuhkan negara-negara lain.
Pemerintah juga dinilai dapat membantu pembiayaan ekspor bagi pelaku usaha termasuk UKM yang berorientasi ekspor. Bantuan tersebut bisa dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Menurut Bhima, sejumlah produk yang masih bisa dimaksimalkan untuk ekspor adalah makanan minuman, kosmetik, obat-obatan herbal, perikanan, dan produk olahan kayu. Bhima mengatakan, Indonesia juga berpeluang mengekspor suku cadang mobil listrik karena memiliki banyak bahan baku untuk ekosistem mobil listrik.






