Karantina Karimun periksa kesehatan hewan kurban

Karimun (Jurnal) – Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun melalukan pengawasan  dan pengecekan kesehatan hewan kurban, Rabu (15/8).

Pengawasan dan pengecekan tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih dini ternak seperti sapi yang terkena penyakit berbahaya seperti antraks.

Antraks adalah penyakit berbahaya dan mematikan yang disebabkan oleh bakteri Baciilus Anthracis. Penyakit ini bisa ditularkan dari hewan ke manusia.

“Kita melakukan pengawasan dan pengecekan hewan ternak di sejumlah pelabuhan, seperti pelabuhan roro dan juga pelabuhan yang ada di Telaga Tujuh, Kolong, Kecamatan Karimun,” ujar Humas Kantor Stasiun Karantina Kelas II Tanjungbalai Karimun, Heri Setiyoko saat ditemui.

Heri menambahkan, upaya yang dilakukan saat melakukan pengecekan yaitu memeriksa dokumen yang harus dimiliki pemilik hewan kurban.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban pihaknya juga melakukan pengambilan sampel darah untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui apakah hewan tersebut berpenyakit atau tidak.

“Kita cek surat-surat terlebih dahulu. Setelah itu baru kita ambil darah hewannya untuk dicek di laboratorium,” tambahnya.

Jika nantinya hasil laboratorium menyatakan hewan tersebut berpenyakit maka pihak Karantina akan melakukan tindakan pemulangan hewan tersebut ke daerah asal.

“Kalau hewan tersebut terkena penyakit berbahaya maka bisa dilakukan penahanan atau dikembalikan ke daerah asal,” pungkasnya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1439 H, Heri mengatakan belum menemukan hewan ternak atau hewan kurban yang berpenyakit.

“Hingga saat ini kami belum menemukan hewan ternak yang berpenyakit, yaa semoga saja di Karimun tidak kita temukan hewan yang berpenyakit sehingga aman untuk dikonsumsi,” tutupnya.

Total Views: 170

Pos terkait