Pamekasan, Jurnal Terkini – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dengan Bea Cukai Madura dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terus berlanjut, salah satunya melalui media, baik online, cetak, radio, dan televisi. 10/7/21.
Kali ini Pemkab dengan Bea Cukai Madura melakukan sosialisasi melalui media televisi dalam program Talkshow, yang mengangkat tema “Cukai Hasil Tembakau untuk Pembangunan” pada Kamis, 8/7/21 lalu, melalui siaran i-News TV di Studio Surabaya.
Kegiatan tersebut dalam rangka melakukan sosialisasi terkait cukai dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada masyarakat.
Mengingat masyarakat hingga kini belum sepenuhnya paham akan UU Bea Cukai dan manfaat DBHCHT yang disalurkan ke sembilan OPD Kabupaten Pamekasan.
Zainul Arifin, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, bersama oleh Sri Puja Astutik selaku Kabag Perekonomian Pemerintah Kabupaten Pamekasan, saat hadir sebagai narasumber pada kesempatan tersebut
Diketahui bahwa Kabupaten yang berjuluk Bumi Gerbang Salam hingga saat ini masih banyak pabrik rokok yang tidak memiliki ijin operasi.
Maka upaya memberikan edukasi dan penegakan hukum terhadap pelanggar UU Bea Cukai terus digenjot, untuk meminimalisir terjadinya penyebaran barang kena cukai atau rokok ilegal di Bumi Gerbang Salam ini.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kabupaten Pamekasan mendapat kucuran dana DBHCHT terbesar di Pulau Madura, mengungguli tiga kabupaten lainnya yakni Bangkalan, Sampang dan Sumenep.
Maka sebagian dari dana DBHCHT tersebut oleh Pemkab Pamekasan akan dialokasikan pada penegakan hukum tentang pelanggar barang kena cukai atau rokok ilegal.
Zainul memaparkan aturan terkait DBHCHT dan cukai serta dampak yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Madura khususnya Pamekasan.
Dia juga mengatakan bahwa, setiap hal yang negatif tentu ada positifnya, seperti halnya rokok. Maka untuk menekan angka penyebaran rokok bodong atau ilegal, pihaknya akan bersinergi dengan Pemkab Pamekasan guna memberantas peredaran rokok tak berijin tersebut.
“Selain memiliki efek negatif, merokok juga ada sisi manfaatnya yaitu ikut membantu penerimaan negara yang nantinya juga akan Kembali ke daerah untuk pembangunan” kata Zainul. (Fiki)






