Karimun, JurnalTerkini.id – Ketua DPRD Karimun Muhammad Yusuf Sirat menghadiri acara penutupan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Kabupaten Karimun XIII di Islamic Center Kecamatan Kundur, Kamis (18/03/2021).
Selain pimpinan legislatif itu, beberapa anggota Karimun juga menghadiri acara penutupan ajang seni baca Al Quran tersebut.
M Yusuf Sirat dalam kesempata itu mengapresiasi suksesnya pelaksanaan STQ meski digelar sederhana dan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19.
“Kita berikan apresiasi, meski dihadapkan pada pandemi COVID-19, kegiatan keagamaan ini tetap berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Yusuf Sirat.
Politikus Partai Golkar mengatakan, kesederhanaan kegiatan tidak mengurangi semangat untuk menumbuhkan semangat cinta Al Quran di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
Dia berharap kegiatan tahunan ini terus melahirkan qori dan qoriah yang terus melanjutkan tradisi juara ajang serupa di tingkat Provinsi Kepulauan Riau.
“Karimun sejak lama memiliki prestasi yang baik dalam ajang STQ maupun MTQ. Kita berharap prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Acara penutupan STQ yang dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq itu juga dihadiri Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina dan para pejabat lainnya.
Menurut Sekda Karimun Muhammad Firmansyah selaku Ketua Umum Panitia Pengarah STQ XIII, pelaksanaan kegiatan menerapkan Protokol Kesehatan pencegahan COVID-19.
Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, STQ kali ini mengambil satu makna tidak hanya kita melaksanakan pertandingan dengan membaca Al-Quran tapi lebih sekedar itu kita mengamalkan kandung-kandungan Al-Quran itu dalam kehidupan kita sehari-sehari.
Menurut Bupati Karimun, Al Quran memiliki fungsi penting sebagai reverensi menghadapi dinamika kehidupan sekaligus inspirasi mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Oleh karenanya, dibutuhkan upaya-upaya untuk meneruskan tradisi kecintaan terhadap Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dari generasi ke generasi.
Dia berharap kepada segenap peserta agar terus dapat menempatkan diri, memegang peranan sebagai pelopor bagi meneruskan upaya bersama dalam mengentaskan buta aksara Al Qur’an di lingkungannya.
Dalam ajang STQ XIII ini, Kecamatan Moro juga tambil sebagai juara umum menyisihkan 11 kafilah dari 11 kecamatan. (***)








