“Agen Bank di tiap BumDes ini dikelola oleh 3 orang, mereka berstatus layaknya sebagai pegawai bank. Oleh karena itu, mereka yang akan menjalankan semuanya karena sudah diberi akses dan juga ada supervisornya,” katanya.

Wan yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Karimun ini menyebut, bahwa apa yang dilakukannya itu mendapat antusias luar biasa oleh masyarakat desa.
Menurutnya, antusias tersebut dikarenakan adanya Agen Bank itu, membuat masyarakat desa merasa terbantu.
Mengingat, selama ini masyarakat harus bepergian jauh untuk melakukan transaksi atau mengambil di agen bank yang lain dengan biaya cukup besar
Sementara, di Agen Bank Riau Kepri itu, biayanya relatif murah karena pihaknya sudah menginstruksikan agar BumDes tidak memungut biaya yang besar.
“Masyarakat menjadi suka dengan adanya Agen Bank ini, karena tidak perlu nyebrang ke Ibu Kota lagi. Sekarang, mereka tinggal transaksi di BumDes nya masing-masing,” jelasnya.
Terakhir, Wan mengaku pihaknya sangat berkomitmen untuk mengkampanyekan gerakan tersebut hingga ke semua BumDes di Kabupaten Karimun.
Ia berharap, dapat merealisasikan sebesar 60 persen dari total 38 BumDes yang ada di Kabupaten Karimun.
“Saya mengimbau ke masyarakat, mari kita jadikan Gerakan Transaksi Non Tunai untuk mempermudah dalam bertransaksi dan menertibkan pencatatan di Desa dan BumDes agar tidak terjadi kecolongan di pemerintahan desa, karena uangnya akan masuk langsung ke rekening masing-masing sehingga tidak menimbulkan pungutan liar,” katanya.
“Semua perangkat di Desa juga kami berharap dapat bertransaksi di desa masing-masing, kalau keuangan itu beredar di tiap desa, maka hiduplah perekonomiannya,” tambah Wan Abdul Rahman. (yra)





