“Ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko timbulnya kluster baru penyebaran Covid-19, dan kita harus ketat dalam melaksanakan prosedur kesehatan, dan tidak ada unsur paksaan dalam program tatap muka ini,” kata Betty.
“Khusus untuk kelas XII atau kelas tiga SMA proses belajar mereka mungkin hanya sampai Februari karena pada Maret 2021, mereka akan melaksanakan Ujian Akhir,” katanya lagi.
Salah seorang orang tua wali siswa Jhonson Panggabean mengatakan, program belajar tatap muka sangat baik, karena para siswa diwajibkan menyimak pembelajaran dengan cara interaksi langsung.
“Sehingga pemahaman yang diberikan oleh para guru terhadap siswa dapat diterjemahkan secara langsung dan dicerna dan kita sangat setuju dengan kegiatan tatap muka asal dengan memperhatikan Prokes,” katanya.
Sejumlah orang tua siswa sangat setuju dengan proses belajar tatap muka yang akan dilaksanakan pihak sekolah, karena proses ini lebih efektif dibanding melalui proses melalui daring, walaupun diselingi dengan daring.
Dengan interaksi langsung, kata dia, maka siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih baik dibandingkan secara dalam jaringan atau daring. (ronald)





