Perumda Tirta Mulia Karimun Gesa Perbaikan Kebocoran Pipa 14 Inci

Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan turun langsung dalam perbaikan kebocoran pipa transmisi utama berdiameter 14 inci di tiga titik sekaligus pada Minggu (19/7/2026) malam. (foto: PDAM Tirta Mulia Karimun)
Direktur Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan turun langsung dalam perbaikan kebocoran pipa transmisi utama berdiameter 14 inci di tiga titik sekaligus pada Minggu (19/7/2026) malam. (foto: PDAM Tirta Mulia Karimun)

Karimun, JurnalTerkini.id – Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Mulia Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, melakukan perbaikan darurat secara serentak terhadap kebocoran pipa transmisi utama berdiameter 14 inci yang terjadi di tiga titik sekaligus pada Minggu (19/7/2026) malam.

Direktur Utama Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan penanganan secara simultan ini dilakukan untuk menekan potensi besarnya volume air yang hilang serta mempercepat pemulihan pasokan air bersih kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Perbaikan kami lakukan serentak malam ini karena ketiga titik kebocoran berada di jalur pipa yang sama. Langkah ini jauh lebih efisien dan mencegah risiko kerusakan mesin pompa akibat mati-hidup berulang kali,” kata Ferry saat meninjau penanganan di lokasi, Minggu malam.

Ia menjelaskan tiga titik kebocoran tersebut terdeteksi di kawasan Jembatan Sei Raya serta dua titik di area Paya Rengas setelah menerima laporan warga menjelang magrib.

Tim teknis dikerahkan secara intensif ke lapangan dengan estimasi waktu pengerjaan selama 1 \times 24 jam. Selama proses perbaikan berlangsung, penghentian sementara aliran air dilakukan untuk mempercepat proses penyambungan dan penataan jaringan.

Adapun wilayah yang mengalami penghentian pasokan sementara meliputi Kecamatan Meral, yakni Kelurahan Parit Benut, Sei Raya, Sei Pasir, Meral Kota, kawasan Baran dan sekitarnya, serta wilayah Kolong.

Ferry mengimbau warga di area terdampak untuk menghemat penggunaan cadangan air bersih selama proses penormalan berlangsung, seraya menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan teknis tersebut. (rdi)

Pos terkait