“Sebanyak 10.000 ton dikerjakan di Batam, 10.000 ton di Bintan, dan 20.000 ton di Karimun. Porsi terbesar ada di Karimun dan pengerjaan integrasi final juga dilakukan di sini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak PT Saipem berkomitmen memprioritaskan serapan tenaga kerja lokal sekitar 68 hingga 75 persen. Namun, calon tenaga kerja tetap harus dibekali keterampilan, kompetensi, dan sertifikasi sesuai standar industri.
Guna merespons kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk merancang program pelatihan khusus melalui Balai Latihan Kerja (BLK) bagi lulusan SMA dan SMK setempat.
Infrastruktur FPSO Bahtera Haluan Lestari dirancang beroperasi di perairan laut dalam (ultra deepwater) Selat Makassar dengan target beroperasi (onstream) pada kuartal keempat tahun 2028.
Fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi gas mencapai 1.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondensat sebesar 80.000 barel per hari (BCPD) guna mendukung ketahanan energi nasional.
Peresmian proyek strategis ini turut dihadiri oleh Kepala SKK Migas dan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM. (*)





