“Untuk persiapan seperti naskah akademik sudah dipersiapkan hari ini sudah kita perbaiki segala keperluan untuk memenuhi syarat ketentuan pembentukan BNNK,” ucap Bupati Inhil.
Mudah-mudahan dengan kedatangan kepala BNN Provinsi Riau langsung melihat keseriusan Pemda Inhil dalam memberikan motivasi dan dapat menggesa terbentuknya BNNK Inhil.
Ia juga menyebutkan sebelum terbentuknya BNNK Inhil, untuk mempersiapkan satgas, Bupati Wakil bupati serta unsur Forkompinda seperti polres, kodim, kejari masuk dalam BNNK Inhil.
“Semoga dengan ada BNNK Inhil, upaya kita dalam memberantas perkembangan narkoba di Inhil dapat direlasasikan,” sebut HM Wardan.
Kepala BNN Provinsi Riau Brigjen Pol Drs. Kenedy SH.,M.M. saat di wawancarai sengaja datang ke Inhil untuk melihat keseriusan Pemda Inhil dalam pembentukan BNNK.
Ia juga mengatakan Bupati Inhil sangat antusias luar biasa segala sesuatu sudah disiapkan untuk pembentukan BNNK jarang-jarang ada yang seperti Bupati Inhil, seperti kantor, rumah, dan anggaran sudah dipersiapkannya.
Untuk marterium untuk pembentukan BNNK di kabupaten mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dibuka, “dan Saya akan memperioritaskan Inhil, karena Inhil adalah kampung saya sendiri,” tegasnya.
Terkahir mudah-mudahan dengan terbentuknya BNNK di Inhil bisa memberantas peredaran narkoba yang selama ini tumbuh subur.
Untuk diketahui Kabupaten Inhil sendiri adalah pintu masuk peredaran gelap narkoba jaringan internasional, dikarenakan kondisi Inhil bisa dilewati dari lautan, maupun daratan, sehingga pembentukan BNNK dinilai sangat mendesak, agar badan ini bisa menyosialisasikan ke masyarakat akan bahaya narkotika dan memutuskan peredarannya.
Dari data Polres Inhil pada tahun 2018, sebanyak 156 kasus yang dapat diungkap Polres Inhil, dengan demikian daerah ini masuk dalam kabupaten dengan kerawanan penyalahgunaan narkoba. (abd)






