Asisten Administrasi Umum Pemko Batam, H. Heriman HK, yang mewakili Wali Kota Batam, menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan perayaan ini. Semoga Museum Batam terus berkembang dan berperan penting dalam pelestarian sejarah serta budaya Melayu,” ujarnya.
Senada, Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menekankan bahwa museum adalah ruang membangun kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah. “Kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin mencintai sejarah kotanya sendiri,” tuturnya.
Pengumuman Pemenang Lomba
Dalam rangkaian acara, juga diumumkan para pemenang dari dua lomba utama:
Lomba Fotografi: Juara 1 diraih oleh Zya F, Juara 2 Tegar F. W., dan Juara 3 Gugatin_GA.
Lomba Interpretasi Gurindam 12: Juara 1 diraih oleh Deni Kuswara, Juara 2 Stevany, dan Juara 3 Johanesdeak.
Acara ditutup dengan prosesi adat pemotongan Nasi Besar. Nasi kuning di atas dulang bertingkat ini menjadi simbol rasa syukur, penghormatan, dan kebersamaan, yang menjunjung tinggi warisan budaya takbenda masyarakat Melayu Batam. (*/ms)






