BATAM, JurnalTerkini.id – Seeracraft, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Batam, menunjukkan kiprahnya sebagai pelaku ekonomi kreatif dengan memproduksi kerajinan anyaman berbahan dasar eceng gondok. Inisiatif ini tidak hanya menjawab tantangan ketersediaan bahan baku lokal, tetapi juga menjadi solusi pemanfaatan limbah sungai dan danau di Batam.
Usaha yang dirintis oleh Siti Rahma sejak tahun 2019 ini telah berhasil menghadirkan produk yang ramah lingkungan dan memiliki daya saing tinggi. Saat ini, produk anyaman Seeracraft, yang dibuat melalui proses panjang mulai dari panen, pengeringan, penganyaman, hingga finishing pernis, sudah menembus pasar Singapura dan Malaysia.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata, mengapresiasi upaya UMKM tersebut saat mengunjungi workshop Seeracraft di Sagulung pada pekan lalu.
“Kami dari Pemerintah Kota Batam mendukung penuh pelaku usaha ekonomi kreatif. Seeracraft adalah contoh nyata bagaimana limbah bisa diolah menjadi karya yang bernilai dan berdampak ekonomi,” terang Ardiwinata.
Ardiwinata menambahkan, kerajinan anyaman eceng gondok ini termasuk dalam subsektor Kriya, salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan pemerintah.
Sebagai bentuk dukungan, Disbudpar Batam menyediakan ruang pamer bagi Seeracraft di kawasan Turi Beach setiap akhir pekan.
Melalui dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pemangku kepentingan, Seeracraft berharap dapat terus meningkatkan kualitas, memperluas pasar, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan eceng gondok. (*/rdi)





