PADANG, Jurnalterkini.id — Penguatan Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia (P5HAM) digelar di Aula Bagindo Aziz Chan, Kota Padang, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPR RI Dr. (H.C.) Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M., bersama Kementerian HAM RI ini dihadiri antusias oleh tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, hingga berbagai unsur warga.
Wakil Wali Kota Padang H. Maigus Nashir, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan kesadaran HAM harus tumbuh di tengah masyarakat sebagai fondasi kehidupan yang harmonis, adil, dan bermartabat. Ia mengapresiasi kegiatan ini yang membuka ruang bagi warga memahami hak sekaligus kewajibannya.
Sementara itu, mewakili Kanwil Kementerian HAM Sumbar, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Ecky Fajrian Eddy, S.E., M.H., menyampaikan penghormatan dan perlindungan HAM bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang menjunjung keadilan dan kesetaraan.
Dalam arahannya, Shadiq Pasadigoe menegaskan HAM tidak boleh sekadar wacana atau aturan tertulis.
“HAM bukan soal ketentuan di atas kertas. HAM adalah tentang manusia dan martabatnya. Setiap warga harus dihormati, dilindungi, dan mendapat kesempatan yang adil,” ujarnya.
Pembangunan, kata dia, tidak hanya diukur dari gedung dan angka ekonomi, melainkan dari kualitas perlindungan terhadap warga, akses pelayanan publik, rasa aman, serta penghormatan terhadap setiap orang.
Shadiq mendorong pemerintah pusat dan daerah, TNI, serta Polri memperkuat implementasi P5HAM di setiap kebijakan dan pelayanan. Ia berharap edukasi HAM menjangkau hingga nagari, kelurahan, sekolah, dan perguruan tinggi, sehingga nilai kemanusiaan tumbuh menjadi budaya, bukan sekadar materi sosialisasi.
“Budaya HAM dimulai dari hal sederhana: menghormati perbedaan, tidak membeda-bedakan, melayani secara adil, dan menyelesaikan masalah dengan jalur hukum,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif, warga aktif bertukar pandang soal pelayanan publik, perlindungan kelompok rentan, hingga pemenuhan hak warga. Antusiasme ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap HAM semakin tinggi dan membutuhkan ruang dialog yang berkelanjutan
Shadiq menutup dengan harapan “HAM harus kita junjung setiap hari. Bukan hanya saat ada acara, tetapi menjadi cara kita hidup, melayani, dan membangun negeri bersama.”





