
Beliau juga berharap adanya regenerasi dengan memperkuat adat dan adab dalam membangun kekuatan di Kabupaten Karimun.
“Jika kita tidak ingin melayu hilang dibumi, maka yang harus dilakukan adalah regenerasi. Adat dan adab perlu kita perkuat dalam membangun kekuatan Kabupaten Karimun terlebih lagi kami ingin Kabupaten Karimun go internasional untuk itulah penguatan adat istiadat dan sumber daya manusia yang unggul,” lanjutnya.
Sementara itu, ketua umum LAM Kepri Kabupaten Karimun Dato’ Wira Setia Utama Muhd. Firmansyah mengungkapkan pembentukan LAM secara administratif dalam pemerintahan sejak tanggal 30 oktober.
“Almarhum Muhammad Sani beliau memerintahkan untuk membentuk lembaga adat melayu dan majelis ulama islam. Sewaktu itu kita masih berkiblat pada wilayah Riau kemudian pada tanggal 30 terbentuklah lembaga adat melayu Kabupaten Karimun secara resmi administratif dalam pemerintahan,” ungkapnya.
Lembaga Adat Melayu siap bersinergi serta memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah agar mampu menciptakan Karimun sesuai yang diharapkan masyarakat.
“Maka dari itu, pada hari ini kita merefleksi kembali apa yang telah dilakukan. Kami menyadari bahwa kami belum bisa berbuat yang diharapkan masyarakat. Kami selaku lembaga adat melayu, kami siap bersinergi dengan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah daerah,” katanya.
Dato Zulkainen ketua panitia Hari jadi ke 25 tahun Lembaga Adat Melayu Kepri Kabupaten Karimun dalam hal ini menyampaikan laporan kegiatan hari jadi LAM Kepri Kabupaten Karimun ke 25 tahun.
“Pelaksanaan majelis mulia tasyakuran hari jadi ke 25 lembaga adat melayu provinsi Kepulauan Riau Kabupaten Karimun tahun 2025 bertujuan untuk mengangkat marwah adat melayu di bumi beradat Kabupaten Karimun dengan cara mengembalikan wibawa LAM terlebih dahulu,” sampainya.(edy)






