Dengan harga transportasi yang lebih murah memungkinkan barang-barang yang di impor dari Karimun dapat laku di pasaran, sehingga mampu memiliki daya saing di pasar internasional.
“Kami yakin kami bisa banyak belajar dari Johor, ini tentunya akan sebagai opportunity kita kedepannya. Ada barang-barang dari Karimun yang bisa masuk ke Johor, salah satu yang akan kita tekankan adalah harga transportasi. Harga transportasi mempengaruhi harga barang jika kita memiliki kekhususan transportasi harganya dapat lebih rendah dan barang-barang kita bisa laku di pasaran.” ujar Iskandarsyah.
Sementara itu, Abdul Latif ketua koperasi Kepri Bangkit mengungkapkan adapun kerjasama antara koperasi Kepri Bangkit dengan koperasi angkasa yang membawahi koperasi-koperasi di seluruh Malaysia.
“Sebenarnya kita sudah ada kerjasama dengan Malaysia namanya koperasi angkasa, sehingga sudah banyak yang kita lakukan. Sampai hari ini setelah kita MOU 1,5 tahun yang lalu antara lain barang ekspor ke Malaysia seperti kelapa, siput, kerang, daun pisang dan lain sebagainya.” ungkap Latif.
Ia juga menyebutkan kendala yang terjadi saat ini seperti alat transportasi serta modal kerja.
“ Ada satu hal yang menjadi kendala kami itu adalah transportasi. Kita sudah mengirimkan barang dengan lancar namun kadang-kadang di potong orang karena kita tidak punya alat transportasi. Yang kedua yakni modal kerja.” sebutnya.
Abdul Latif juga mengatakan belum ada pembinaan secara langsung dari dinas koperasi Kabupaten Karimun sedangkan Karimun sudah memiliki kemudahan untuk eskpor barang ke Malaysia.
“Dinas koperasi sampai hari ini menjembatani kegiatan ini namun belum ada pembinaan secara langsung. Di Karimun sendiri ada kemudahan untuk ekspor karena sudah ada paguyuban atau kerjasama ekspor, namun yang jadi kendala kita mengenai alat transportadi tadi,” katanya.






