Terjadinya, aksi bunder tersebut secara beruntun pada pekan lalu disebabkan berbagai masalah, mulai dari tekanan ekonomi hingga persoalan rumah tangga. Untuk itu, mari bersama-sama melakukan deteksi dini menjadi langkah utama untuk mencegah tragedi serupa.
” Kasusnya beda-beda. Tapi, apapun itu harus kita deteksi lebih dululah,” pesannya.
Kasus bunuh diri tersebut secara beruntun pada bulan September ini diawali dengan seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Sani berinisial Ja (26) melakuan terjun dari lantai 4 pada pagi hari, Senin (15/9/2025). Kemudian, empat hari tepatnya hari Jumat (19/9/2025) seorang pemuda berinisial Fa (27) ditemukan gantung diri disalah satu ruangan gedung PKSB Karimun. Dan, terakhir, Minggu (21/9/2025) kembali terjadi gantung diri warga Pasir Panjang berinisial Mi (34) di kamarnya.
Sedangkan, pada tahun 2024 silam juga terjadi fenomena yang sama ada 10 kasus gantung diri mulai bulan Januari hingga Desember. Dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh korban gantung diri tersebut. Baik itu berjenis kelamin pria maupun wanita.(*/red)






