Suara Pelajar, Menanggapi Pernyataan Menag tentang Profesi Guru

Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Empat Lawang, Prafna Winata
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Empat Lawang, Prafna Winata

Empat Lawang — Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Empat Lawang, Prafna Winatha, memberikan tanggapan atas pernyataan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang belakangan menjadi perbincangan luas di masyarakat. Dalam sebuah sambutan yang viral, Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa guru adalah profesi mulia yang harus dijalani dengan niat pengabdian, bukan semata-mata untuk mengejar materi. Pernyataan tersebut juga menyebutkan, “Kalau orientasinya hanya uang, lebih baik jadi pedagang saja.”

Sebagai pelajar Nahdlatul Ulama yang sangat menghargai nilai-nilai pendidikan dan pengabdian, Prafna Winatha menyambut baik pesan pentingnya pengabdian dalam profesi guru. Namun, ia juga mengingatkan agar pernyataan tersebut tidak semata-mata menilai guru dari satu sisi saja, melainkan harus memperhatikan kondisi nyata yang mereka hadapi.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan dan pembentukan karakter generasi bangsa. Mereka bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembimbing moral dan motivator bagi pelajar. Oleh karena itu, menghargai guru harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada nilai pengabdian, tetapi juga dalam hal kesejahteraan,” ungkap Prafna.

Menurutnya, pernyataan bahwa jika guru hanya mengejar uang maka “lebih baik berdagang” dapat menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi merendahkan profesi guru dan tidak menggambarkan realitas yang dihadapi banyak pendidik di lapangan.

“Kenyataannya, guru juga membutuhkan penghargaan materi yang layak agar dapat fokus dan maksimal dalam mendidik. Mengabaikan aspek kesejahteraan guru sama saja dengan mengabaikan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Sebagai pelajar Nahdlatul Ulama, kami melihat pentingnya dorongan yang seimbang antara semangat pengabdian dan kebutuhan hidup guru yang memadai,” tambah Prafna.

Prafna juga mengajak semua pihak, khususnya pemerintah dan masyarakat, untuk bersama-sama meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru sebagai pilar utama pendidikan bangsa. Menurutnya, penghormatan terhadap guru tidak cukup hanya berupa pujian moral, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk konkret berupa dukungan dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas hidup mereka.

“Kami berharap pernyataan dari pejabat publik, termasuk Menteri Agama, dapat lebih memperhatikan aspek sensitivitas profesi guru sehingga tidak menimbulkan persepsi negatif yang justru melemahkan semangat para pendidik,” tutup Prafna.

Sebagai organisasi pelajar yang berakar pada nilai-nilai Nahdlatul Ulama, PC IPNU Kabupaten Empat Lawang berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan berkualitas dan kesejahteraan guru demi masa depan bangsa yang lebih cerah.

Total Views: 1820

Pos terkait