
Diharapkannya pemerintah daerah dapat melakukan rehabilitasi ataupun revitalisasi terhadap gedung SMAN 1 Karimun lama untuk kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan sosial.
“Saya sudah melihat langsung dan saya akan menginformasikan kepada pemerintah daerah untuk manfaatkan gedung bersejarah ini sebagai salah satu tanda sejarah di Karimun atau mungkin dengan di rehabilitasi agar bisa digunakan untuk aktivitas masyarakat belajar dan kegiatan sosial lainnya.” ujar Nurdin.
Sementara itu Pimpinan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Melati Drs. Julius berharap masyarakat Karimun mengetahui bahwa masih ada sekolah Non-Formal di Kabupaten Karimun.
“Kegiatan MPLS ini kami mengundang bapak Nurdin Basirun untuk memberikan informasi kepada warga belajar kami dan kami berharap dengan kedatangan beliau di PKBM Melati ini anak-anak kita dapat termotivasi dan juga pak Nurdin dapat memberikan informasi di Karimun masih ada pendidikan non formal yang bisa di ikuti oleh masyarakat yang putus sekolah.” kata Julius.
PKBM Melati telah berdiri sejak tahun 2005 dan telah menghasilkan berbagai peserta didik hingga menjadi lurah hingga TNI.
“Untuk tahun ajaran 2025 anak-anak yang baru masuk ini berjumlah 40 an orang dan kami memiliki 4 lokasi belajar di SMAN 1 Lama, Rutan Karimun, Teluk Setimbul dan di Selat Mendaun. Untuk masuk memang ada pungutan biaya, namun tidak ada unsur paksaan dan jika mereka tidak mampu kami hanya meminta SKTM dan mereka di bebaskan untuk tidak bayar sama sekali.” tutupnya.





