Remaja Kaladawa Lolos Final MTQ Nasional XXXI 2026 Mewakili Jateng, Kades Taslikhin: Tak Hanya Angkat Nama Kaladawa Tapi Kabupaten Tegal

Kades Taslikhin beri dukungan langsung kepada warganya yang lolos Final MTQ XXXI Nasional 2026, di Semarang. Jumat (18/7). (Yadi/Jurnalterkini.id)

TEGAL, Jurnalterkini.id – Kabar membanggakan datang dari bumi Kabupaten Tegal. Nabilla Zuhairani, seorang santriwati berprestasi asal Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, berhasil mengukir sejarah manis dengan melangkah mulus menembus babak Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 mewakili Provinsi Jawa Tengah di Semarang. Capaian ini menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi daerahnya, mengingat ketatnya persaingan dari kafilah-kafilah terbaik se-Indonesia.

​Gadis yang berdomisili di RT 08 RW 02 Desa Kaladawa tersebut merupakan putri dari pasangan Bapak Calun dan Ibu Masani (Guru TPQ Al Islamiyah I Kaladawa). Saat ini, Nabilla tengah menempuh pendidikan di kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) sekaligus menjadi santriwati aktif di Pondok Pesantren Al-Amin, Desa Bulakwaru, Kecamatan Tarub. Berkat ketekunan dan disiplin tinggi dalam mendalami ilmu Al-Qur’an, ia mampu membuktikan kualitasnya hingga babak puncak ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.

​Keberhasilan Nabilla menembus partai final MTQ Nasional XXXI disambut antusias dan penuh rasa bangga oleh Pemerintah Desa Kaladawa. Kepala Desa Kaladawa, H. Taslikhin, S.E, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya saat dihubungi via WhatsApp, Jumat (18/9/2026) pagi.

​”Atas nama pemerintah desa dan seluruh warga masyarakat Desa Kaladawa, kami merasa sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mbak Nabilla Zuhairani. Ini adalah prestasi yang sangat luar biasa dan langka. Keberhasilannya tidak hanya mengangkat nama harum Desa Kaladawa dan Kecamatan Talang saja, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Tegal di kancah nasional,” ujar H. Taslikhin, S.E.

Menurut Kades Taslikhin, anak-anak desa tidak kalah hebat. Dengan pembinaan agama yang istiqomah dan kemauan belajar yang kuat, mereka pasti bisa mengukir prestasi.

​”Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa anak desa dengan pembinaan agama yang tekun di pondok pesantren mampu bersaing di tingkat tertinggi. Kami mendoakan semoga di babak final nanti Mbak Nabilla diberikan ketenangan, kelancaran, tampil maksimal, dan berhasil membawa pulang predikat juara pertama untuk kita semua,” tambahnya.


​Rasa haru tak mampu disembunyikan dari raut wajah kedua orang tua Nabilla. Bapak Calun bersama Ibu Masani menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas capaian putri tercintanya. Bagi keluarga, perjuangan Nabilla meniti karier sebagai pembaca Al-Qur’an bukanlah hal yang instan, melainkan hasil dari latihan konsisten dan bimbingan para ulama.

​”Sebagai orang tua, kami merasa sangat terharu dan tidak berhenti bersyukur kepada Allah SWT. Kami sungguh tidak menyangka anak kami bisa melangkah sejauh ini hingga menembus babak Final MTQ Nasional 2026. Semua ini adalah karunia Allah serta buah dari kedisiplinan Nabilla selama menimba ilmu di pesantren,” tutur orang tua Nabila.

Orang tua Nabila turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kepala Desa Kaladawa, H. Taslikhin, atas kehadiran dan dukungan langsung yang diberikan. Apresiasi serupa juga disampaikan kepada para tenaga pendidik di pondok pesantren yang telah membimbing dan mendidik Nabila dengan penuh kesabaran.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para Kiai, Ustadz, dan Ustadzah di Pondok Pesantren Al-Amin Bulakwaru yang telah mendidik dan membimbing Nabilla tanpa kenal lelah. Tak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Kades H. Taslikhin serta seluruh warga Kaladawa atas dorongan doa dan dukungannya. Kami memohon doa restu dari masyarakat luas agar Nabilla diberikan kesehatan dan kemudahan saat bertanding di final.,” pungkasnya.

​Keberhasilan Nabilla Zuhairani menembus babak final MTQ Nasional XXXI 2026 diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi generasi muda di Kabupaten Tegal, khususnya di Desa Kaladawa. Prestasi ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap ilmu Al-Qur’an dan pendidikan di pondok pesantren mampu melahirkan generasi penerus yang berdaya saing tinggi serta berakhlak mulia. (Yadi)

Pos terkait