FBI Pimpin Investigasi Upaya Pembunuhan Terhadap Trump; Pelaku Penembakan Teridentifikasi

Mantan Presiden AS Donald Trump masuk ke dalam kendaraan dengan bantuan Secret Service AS setelah ditembak di telinga kanannya saat kampanye di di Butler, Pennsylvania, AS, 13 Juli 2024. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)
Mantan Presiden AS Donald Trump masuk ke dalam kendaraan dengan bantuan Secret Service AS setelah ditembak di telinga kanannya saat kampanye di di Butler, Pennsylvania, AS, 13 Juli 2024. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)

Komite Nasional Partai Republik dalam pernyataan di situs media sosial X pada Sabtu menyatakan bahwa Trump tetap berencana untuk hadir di konvensi partai di Milwaukee pada Senin (15/7/2024).

Trump juga mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan di situs media sosialnya bahwa penembaknya tewas, dan satu peserta kampanye meninggal dunia, serta seorang lainnya terluka. Dalam pernyataan yang dipublikasikan di X, Secret Service menyebutkan bahwa dua orang yang hadir di rapat umum tersebut terluka, bukan satu.

Bacaan Lainnya

Trump juga berterima kasih kepada Secret Service dan penegak hukum atas kerja mereka.

“Yang paling penting,” katanya, “Saya ingin menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga korban yang terbunuh dalam rapat umum tersebut, dan juga kepada keluarga korban lain yang terluka parah. Sungguh luar biasa tindakan seperti ini bisa terjadi di negara kita. Tidak ada yang diketahui saat ini tentang penembaknya, yang sekarang sudah mati,” tulisnya.

“Saya tertembak peluru yang menembus telinga kanan atas,” lanjutnya. “Saya langsung tahu ada yang tidak beres, saya mendengar suara mendesing, tembakan, dan langsung merasakan peluru menembus kulit. Banyak pendarahan yang terjadi, jadi saya menyadari apa yang terjadi. TUHAN MEMBERKATI AMERIKA!”

Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai kondisinya atau apakah tindakan tersebut sedang diselidiki sebagai upaya pembunuhan.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di X, juru bicara Secret Service Anthony Guglielmi tidak menggunakan istilah “pembunuhan,” dan hanya menyatakan bahwa “insiden tersebut sedang diselidiki.”

Tak lama setelah acara itu, Biden mengeluarkan pernyataan yang menyatakan, “Saya berdoa untuk dia [Trump], dan keluarganya serta untuk semua orang yang hadir pada kampanye tersebut.” Ia melanjutkan, “Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti ini di Amerika. Kita harus bersatu sebagai satu bangsa untuk mengutuknya.”

Wakil Presiden Harris juga mengeluarkan pernyataan yang mendoakan Trump baik-baik saja dan mengatakan, “Kita semua harus mengecam tindakan menjijikkan ini dan melakukan tugas kita untuk memastikan bahwa tindakan ini tidak menyebabkan lebih banyak kekerasan,” ujar Harris

Beberapa menit kemudian, Biden berbicara kepada wartawan.

“[Insiden] ini mengerikan. Ini lah salah satu alasan kita harus menyatukan negara ini. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Kita tidak bisa seperti ini. Kita tidak bisa membenarkan hal ini.” [voa]

Jaringan: VOA

Pos terkait