Kemlu RI: AS Seharusnya Jadi Mediator Turunkan Ketegangan Israel-Hamas

Asap mengepul selama serangan udara Israel di Kota Gaza pada 12 Oktober 2023 saat pertempuran sengit antara Israel dan gerakan Hamas berlanjut selama enam hari berturut-turut. (Foto: AFP)
Asap mengepul selama serangan udara Israel di Kota Gaza pada 12 Oktober 2023 saat pertempuran sengit antara Israel dan gerakan Hamas berlanjut selama enam hari berturut-turut. (Foto: AFP)

Tekan Israel Kembali ke Meja Perundingan

Tidak hanya AS, negara-negara kuat, tambah Bagus, harus menekan Israel agar mematuhi semua resolusi yang sudah dihasilkan. Tel Aviv juga harus ditekan agar bersedia kembali ke meja perundingan dengan Palestina untuk mewujudkan solusi dua negara yang menjadi penyelesaian perdamaian paling moderat.

Bacaan Lainnya

Bagus merujuk pada pernyataan Pemerintah Tiongkok yang secara tegas menyebut telah terjadinya ketidakadilan bagi Palestina dan tidak ada pihak yang berupaya menyelesaikan masalah ini secara serius.

Bagus juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa keterlibatan AS lebih jauh guna mendukung Israel secara militer akan membuat perang justru merebak ke kawasan lain. Hal ini tampak dengan mulai terjadinya pertempuran antara pasukan Israel dan militan Hizbullah di selatan Lebanon. Banyak pengungsi Palestina di Lebanon, Yordania dan Suriah tentu yang peduli dengan situasi di tanah air mereka dan tidak segan-segan bergabung untuk melawan Israel.

Kementerian Luar Negeri Indonesia merupakan salah satu entitas yang paling kuat menyuarakan dukungan pada Palestina, sebagaimana yang diungkap di dalam berbagai forum multilateral seperti: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan Gerakan Non-Blok. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga dikenal memiliki komitmen kuat akan hal ini dan kerap melakukan komunikasi secara pribadi dengan para pemimpin.

Bagus mengakui perang yang sudah menjadi semacam kebijakan genosida rakyat Palestina oleh Israel ini akan membuat perundingan antara Palestina dengan Israel semakin sulit diwujudkan. Apalagi Israel sedang mempersiapkan serangan darat besar-besaran ke Jalur Gaza, yang pastinya akan dibalas pula dengan Hamas.

MER-C: RS Indonesia Masih Dapat Beroperasi

Salah satu Presidium MER-C Henry Hidayatullah mengatakan Rumah Sakit Indonesia, yang menjadi salah satu tujuan warga Gaza untuk membawa korban luka-luka, hingga Sabtu (14/10/2023) malam masih dapat beroperasi.

Ia membantah informasi bahwa Rumah Sakit Indonesia di Gaza terkena serangan udara Israel.

“Kondisi teman-teman itu, bertiga (relawan MER-C) ada di Wisma Jose Rizal Jurnalis yang berada di samping rumah sakit. Mereka mengabarkan semalam itu kondisinya adalah listrik semua mati kecuali sekolah dan rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Indonesia, listriknya masih hidup,” tegasnya.

Meskipun demikian ia mengakui listrik di Wisma Jose Rizal hanya hidup di lantai satu saja. Oleh karena itu segala bentuk komunikasi hanya dapat dilakukan melalui pesan WhatsApp atau pesan suara, tidak dapat untuk mengirim data, foto atau video.

Fikri Rofiul Haq, salah satu relawan MER-C di Gaza menjelaskan hingga saat ini , ia masih terus mendengar bom-bom yang terus dilancarkan oleh Israel, yang meningkatkan serangan dari darat, laut dan udara.

Ribuan warga, tambahnya, telah mengungsi ke tempat yang mereka anggap aman.

Palestina: Sedikitnya 2.215 Warga Tewas

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan hingga hari Sabtu, sedikitnya 2.215 warga Palestina tewas, termasuk 614 anak-anak dan 370 perempuan. Sementara data dari RS Indonesia, dari seluruh korban yang dibawa ke rumah sakit ini, 300 orang meninggal dunia, 1.500 luka-luka, sebagian masih dirawat di fasilitas rumah sakit. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 483

Pos terkait