Ke 45 anggota Saka Bahari itu mendapatkan motivasi dan semangat sebagai generasi muda agar terpancing untuk bergabung dalam jajaran TNI AL.
Kapal perang, kata Danlanal, adalah ujung tombak TNI AL, sehingga prajurit yang mengawakinya harus memiliki kualifikasi dan kompetensi.
“Kami melihat generasi muda di Karimun memiliki potensi yang besar untuk berpartisipasi mengabdi kepada negara melalui TNI AL. Karena secara budaya mereka adalah anak pulau yang telah terbiasa dengan tantangan di laut,” kata Mandri.
Lanal Karimun juga memberikan pembinaan kepada anggota Saka Bahari binaan Lanal TBK mengenai tahapan bimbingan yang telah ditentukan seperti pembinaan fisik, psikotes, kesehatan.
Sejak beberapa bulan yang lalu, melalui kegiatan pelatihan Pengetahuan Minat dan Bakat Diri yang langsung dilaksanakan oleh Tim Dinas Psikologi TNI AL.
Sehingga, dari 45 calon prajurit, telah terjaring 9 orang laki-laki dan 3 orang perempuan yang telah siap untuk mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi masuk TNI AL.
“Secara administrasi mereka sudah memenuhi persyaratan. Pun, perlu diketahui bahwa dalam mengikuti seleksi, pendaftar, tidak dipungut biaya apapun,” ucap Danlanal. (pps)





