Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUD Muhammad Sani, Dr Rosdiana mengaku antrean panjang yang terjadi itu dikarenakan adanya lonjakan pasien.
Dalam sehari, kata dia, pihaknya melayani ratusan hingga ribuan pasien dengan jumlah poli, dokter dan ruang tunggu yang terbatas.
“Kita sangat akui adanya keterlambatan, hal ini karena adanya lonjakan pasien yang berobat di Karimun Selain itu, kita juga terhambat jumlah poli, dokter dan ruangan yang terbatas,” jelas Dr Rosdiana.
Rosdiana menambahkan, kondisi antrean panjang semakin parah sejak adanya sistem fingerprint pasien yang berlaku dari BPJS Kesehatan.
“Kedepan kita akan bahas bersama pihak BPJS Kesehatan terkait regulasi fingerprint, mengingat tahapan dari aturannya memang menjadi penyebab penumpukan pasien berobat,” ucapnya. (yra)
Editor: Putri Permata Sari






