Pemerintah Waspadai Risiko Pelemahan Ekonomi Global

Seorang pedagang tampak melayani pembeli yang datang ke warungnya di salah satu pasar tradisional di Jakarta, pada 2 Januari 2023. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)
Seorang pedagang tampak melayani pembeli yang datang ke warungnya di salah satu pasar tradisional di Jakarta, pada 2 Januari 2023. (Foto: Reuters/Ajeng Dinar Ulfiana)

Jakarta (VOA) – Pemerintah mewaspadai pelemahan perekonomian global akan berdampak buruk terhadap kinerja ekonomi nasional yang justru sedang tumbuh positif.

Berbicara dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Senin (8/5/2023), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kekhawatiran akan dampak ketidakpastian ekonomi global pada kinerja ekonomi Indonesia itu terutama didasari oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun ini yang hanya berkisar 2,8 persen.

Bacaan Lainnya

Ketidakpastian yang menyelimuti sebagian negara maju juga menjadi salah satu faktor.

Ia mencontohkan Amerika Serikat sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia yang sedang dihadapkan pada inflasi yang tinggi, dan permasalahan perbankan sebagai dampak dari kebijakan tingginya suku bunga acuan.

Selain itu di kawasan Eropa, perang Rusia dan Ukraina masih cukup berdampak buruk terhadap kinerja perekonomiannya, dan perekonomian Tiongkok saat ini yang dilanda permasalahan geopolitik.

“Ini yang kemudian harus kita lihat sebagai environment yang harus kita waspadai bagi KSSK. Potensi rambatannya tadi pertama, ke dalam kinerja perekonomian kita, karena ekspor, impor, harga komoditas, capital flow, itu semuanya akan sangat dipengaruhi oleh suasana global. Kemudian rambatan kepada stabilitas sistem keuangan menjadi topik yang memang menjadi kerja atau tugas dan tanggung jawab KSSK. Maka, kami akan melihat kepada seluruh aspek stabilitas sistem keuangan,” ungkap Sri.

Kinerja Ekonomi Indonesia Cukup Positif

Sejauh ini kinerja perekonomian yang diraih Indonesia cukup positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan-I tahun 2023 tumbuh sebesar 5,03 persen secara tahun-ke-tahun.

Angka tersebut, ujar Sri, sangat baik di saat beberapa negara justru mengalami perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi yang belum mereda. Ia menuturkan, kuatnya perekonomian tanah air, sejauh ini karena ditopang oleh pertumbuhan ekspor yang cukup tinggi, membaiknya konsumsi swasta dan pemerintah, serta meningkatya investasi nonbangunan.

Oleh karena itu meskipun situasi global masih diliputi ketidakpastian, pemerintah cukup optimistis ekonomi nasional akan tumbuh di atas lima persen.

“Ke depan pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap kuat. Prakiraan ini didukung oleh konsumsi swasta yang diperkirakan akan makin baik seiring dengan meningkatnya mobilitas, membaiknya keyakinan konsumen, dan juga menguatnya daya beli, sebagai dampak dari penurunan inflasi yang terjadi di Indonesia. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan Indonesia untuk tahun 2023 ini diperkirakan akan bias ke atas dalam kisaran 4,5-5,3 persen,” jelasnya.

Pos terkait