KEK Galang Batang, dari Kepri untuk Indonesia

“Di awal pembangunan, kita sudah mempersiapkan tenaga kerja sebanyak 80 orang lulusan sarjana dari seluruh Indonesia untuk dikirim ke Tiongkok untuk belajar bahasa Tiongkok dan pengoperasian peralatan di refinery maupun smelter selama 1,5 tahun. Saat ini sudah kembali dan semua tenaganya terserap disini. Selain itu juga akan diperlukan tenaga vokasi terampil. Maka kita bekerja sama dengan Politeknik Batam dengan program diploma sehingga dapat bekerja di sini,” papar Robert lagi.

Total investasi awal yang disampaikan PMA Nanshan mencapai 5,5 miliar USD atau setara 70 hingga 75 trililun rupiah. Untuk tahap pertama sampai tahun 2027 diproyeksikan sebesar 36,2 triliun rupiah. Hingga Januari 2022 sudah terealisasi sebesar 18 triliun rupiah.

Bacaan Lainnya

Rincian tahapan pembangunan dengan investasi tersebut adalah sampai saat ini sudah terbangun alumina refinery, PLTU dengan kapasitas 6×25 MW, gas station sebagai hilirisasi batu bara untuk me-roasting alumina, serta dormitory untuk akomodasi pekerja.

Tahap kedua yang direncanakan akan selesai pada akhir 2024, akan dibangun tambangan refinery alumina dengan kapasitas 1 juta ton, alumunium smelter tahap 1 dengan kapasitas 250 ribu ton, dan tambahan PLTU dengan kapasitas 6×150 MW.

Lalu di tahap selanjutnya sampai tahun 2027 akan dibangun peningkatan kapasitas smelter dari 250 ribu menjadi satu juta ton per tahun, tambahan PLTU berkapasitas 4×150 MW untuk tambahan produksi 250 ton ingot, serta PLTU dengan kapasitas 8×150 MW untuk suplai listrik produksi 500 ribu ton ingot. (*/Anton)

Baca juga: Polsek Bintan Utara Polres Bintan Amankan Pelaku Pencurian yang Resahkan Masyarakat

Total Views: 389

Pos terkait