KEK Galang Batang, dari Kepri untuk Indonesia

“Untuk mengakomodir masuknya bahan baku bauksit dari Pulau Kalimantan dan batu bara untuk keperluan PLTU dari Tanjung Enim, Sumatera, serta keperluan ekspor produk, diperlukan pelabuhan yang memadai. Di KEK Galang Batang sudah dibangun pelabuhan dengan kapasitas bongkar muat 20 juta ton per tahun. Dapat dikatakan pelabuhan Galang Batang ini yang paling modern di Kepri. Dengan fasilitas konveyer sehingga efisiensi transportasi dapat ditingkatkan,” tambah Robert.

Sedangkan untuk keperluan energi penunjang produksi, saat ini PT BAI sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 6 x 25 MW. Untuk memenuhi target 1 juta ton alumunium ingot pada tahun 2027, diproyeksikan akan dibangun PLTU dengan total kapasitas 2.850 MW.

Bacaan Lainnya

Saat ini KEK Galang Batang memiliki luas lahan existing seluas 2.333 Ha sesuai yang tercantum dalam Nomor 42 Tahun 2017. Lebih dari 60 persen luas lahan sudah dikuasai dan sekitar 1800 Ha lahan sudah dipergunakan. Namun manajemen telah merencanakan perluasan hingga lebih dari 2000 Ha lagi dikarenakan minat investor lain yang cukup tinggi untuk berinvestasi disana mengingat produk hilirisasi yang luar biasa peluangnya.

Keberadaan KEK Galang Batang juga akan memberikan multiplier effect terhadap perusahaan, UMKM, dan tenaga kerja lokal. Saat ini KEK Galang Batang bekerja sama dengan 27 kontraktor dan UMKM lokal pada pembangunannya. Saat ini total tenaga kerja yang diserap di KEK Galang Batang adalah sebanyak 3500 orang yang terdiri dari 900 Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok dan 2.600 tenaga kerja lokal. Ke depan diproyeksikan KEK Galang Batang akan menyerap sekitar 21.000 orang tenaga kerja.

Total Views: 390

Pos terkait