Wabup Anwar menyebutkan, total penerima BST di Karimun sebanyak 7.064 dan PKH sebanyak 5.052.
Ia menjelaskan bahwa data penerima bantuan tersebut tidak bisa direkayasa atau dimanipulasi karena sudah teraplikasi di Kementerian Sosial (Kemensos).

“Jadi bagi masyarakat yang katakanlah ragu dalam kondisi saat ini, kenapa ada yang menerima dan ada yang tidak karena inilah yang dilakukan, kita tidak bisa menambah dan mengurangi karena ini sudah terdata dengan baik,” jelasnya.
Bahkan, kata Wabup, terdapat penerima yang ditolak meski pihaknya terus melakukan pengajuan penerima bantuan tersebut ke Kemensos.
“Meski begitu, masyarakat yang belum terdata akan kita usahakan, memang data dari RT sampai ke Dinas Sosial dan itu tidak ada penyaringan lagi karena sudah tergantung status perekonomiannya dan kriterianya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Batam, Riky Pebriandy mengatakan, bahwa pihaknya sudah intens berkoordinasi dengan Pemkab Karimun mengenai penyaluran tersebut.
“Teknisnya, kami menyediakan komoditinya sampai depan pintu gudang, lalu PT Pos Indonesia yang akan menyalurkannya ke penerima,” kata Riky. (yra)
Baca juga: Besok, Vaksinasi Dosis Pertama di Karimun Kembali Dilaksanakan






