Selain Pengadaan BHP, RSUD Waru Canangkan DBHCHT untuk SITERI

Pamekasan, Jurnal Terkini – Tingkatkan efektifitas pelayanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru manfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT), Minggu, 11/7/21.

Perlu diketahui bersama bahwa RSUD Waru, merupakan salah satu dari sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pamekasan yang menerima manfaat DBHCHT tahun 2021.

Dana yang dialokasikan untuk kesehatan tersebut, oleh pihak RSUD Waru akan dimanfaatkan untuk menambah obat-obatan dan alat kesehatan lainnya.

Direktur RSUD Waru, dr Hendarto, menjelaskan, untuk pengadaan obat-obatan, saat ini sudah dalam proses pengadaan barang. Instansinya akan memanfaatkan dana DBHCHT untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai (BHP).

Bahkan, sudah ada beberapa obat yang sudah tiba dan sesuai harapan, juga ada pula beberapa obat yang sudah proses pengiriman dari produsen.

“Untuk pengadaan obat dan Bahan Habis Pakai, seperti misalnya alkohol, betadine, handscoon, masker, dan lain-lain” kata Hendarto

Hendarto mengaku telah membuat perencanaan jangka panjang kedepannya.

Misalnya, upaya meningkatkan mutu pelayanan, dengan minimal infasif dari pihak bawah atau dari user, sudah merencanakan beberapa kebutuhan terkait dengan hal itu.

“Saat ini RS Waru menerapkan sistem aplikasi perencanaan terintegrasi (Siteri),” imbuhnya.

Diharapkan melalui sistem ini tim perencanaan mulai bekerja untuk mengusulkan program secara terencana. Jadi untuk pengadaan tahun depan, sudah diusulkan tahun ini dan tidak dadakan dengan selalu terencana dengan baik dan tepat

Pada tahun lalu, RS Waru juga mendapat kucuran DBHCHT. Semuanya dipakai untuk pengadaan alat-alat kesehatan.

Sehingga tahun ini kemudian dikhususkan kepada obat, BHP serta kemudian perbaikan alat dan kalibrasi itu.

Dia mengakui DBHCHT sangat bermanfaat bagi RS Waru untuk pemenuhan kebutuhan medis, dalam meningkatkan mutu.

Khususnya untuk pelayanan kepada masyarakat terutama juga untuk pembelian alat-alat kesehatan.

“Yang sekarang karena terbatas, kami tidak dapat alkes tetapi dalam alokasi untuk obat lalu perbaikan alat sama kalibrasi,” imbuhnya. (Fiki)

Total Views: 290

Pos terkait