Seorang Wanita Tuna Rungu di Moro Melahirkan Tanpa Bantuan Medis

Karimun (Jurnal) – Melahirkan merupakan perjuangan yang sangat berat kaum wanita, terlebih lagi tanpa bantuan medis, karena hal tersebut bisa sangat membahayakan keselamatan ibu dan sang bayi, Sabtu (27/01).

Seperti yang terjadi di suatu daerah pedalaman di Kabupaten Karimun tepatnya di Kampung Sidodadi, RT 002 RW 006, Kelurahan Moro Timur, Kecamatan Moro, seorang wanita bernama Teripah yang melahirkan dengan secara sendiri tanpa bantuan tenaga medis.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Moro AKP Donris E. Pasaribu, bahwa pihaknya mendapatkan informasi adanya warga kurang mampu dan mengalami tuna rungu , yang tinggal di daerah pedalaman Moro, dan melahirkan sendiri tanpa dibantu oleh tenaga medis.

“Memang benar ada seorang wanita bernama Teripah dan suaminya bernama Yohanes, keduanya mengalami masalah dipendengaran dan bicara, jadi si istri memang lagu hamil tua, dan berhubung akses rumahnya ke Puskesmas lumayan jauh maka si istri tidak sempat ditangani oleh tenaga medis dan akhirnya melahirkan di rumah tanpa bantuan tenaga medis,” tutur Donris.

Ia juga menceritakan bahwa suami Teripah yaitu Yohanes sempat pergi ke Puskesmas untuk memanggil Bidan dan perawat agar istrinya bisa cepat ditangani.

“Suaminya sempat pergi ke Puskesmas agar istrinya segera dibantu untuk proses persalinannya, namun setelah ia sampai di rumahnya ternyata istrinya sudah melahirkan dulu, akan tetapi setelah suami dan tenaga medisnya ikut membersihkan dan memotong ari-arinya,” tambahnya.

Donris mengatakan setelah ia mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung bergegas ke lokasi dan melihat keadaan Teripah.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya beserta rombongan Polsek Moro dan ibu-ibu Bhayangkari Ranting Moro datang untuk memberikan bantuan kepada keluarga tersebut,” ujarnya lagi.

Dalam ikut serta membantu meringankan beban sepasang suami istri tersebut, dengan memberikan bantuan berupa Vitamin, perlengkapan bayi, tempat tidur serta uang tunai dari masyarakat yang disalurkan melalui Polsek Moro sebesar Rp2.650.000.

Perlu diketahui sepasang suami istri tersebut sama-sama mengalami tuna rungu, dan mereka memiliki tiga orang anak yang juga mengalami tuna rungu, mereka tinggal digubuk yang berukuran kecil di dekat kebun warga sekitar.

Baca juga: Diduga stres berat, seorang wanita di Karimun gantung diri

Total Views: 280

Pos terkait