Bupati Karimun Canangkan “One Day One Ayat”

“Sewaktu Pak Nurdin (Basirun) jadi bupati, program ini sudah disebut-sebut, tapi baru kali ini benar-benar kita galakkan melalui sebuah gerakan yang terprogram di sekolah-sekolah, mulai dari SD hingga SMA”

Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Aunur Rafiq mencanangkan Gerakan Menghafal Ayat Al Quran yang dipopulerkan dengan sebutan “One Day One Ayat”.

“Program ini kita masukkan sebagai kegiatan muatan lokal di sekolah. Tujuannya untuk membangun karakter yang religius di kalangan generasi muda, sehingga ada keseimbangan antara pengetahuan umum dan teknologi dengan agama, selaras dengan satu dari empat azam Karimun, mewujudkan sumber daya manusia yang berlandaskan iman dan takwa,” kata dia usai mencanangkan gerakan tersebut di SMPN 2 Binaan Tebing, Kecamatan Tebing, Jumat.

Aunur Rafiq mengatakan, pencanangan gerakan menghafal ayat al quran tersebut merupakan implementasi program pembangunan berkesinambungan yang dirancang kepala daerah terdahulu.

“Sewaktu Pak Nurdin (Basirun) jadi bupati, program ini sudah disebut-sebut, tapi baru kali ini benar-benar kita galakkan melalui sebuah gerakan yang terprogram di sekolah-sekolah, mulai dari SD hingga SMA,” kata dia.

Melalui gerakan itu, kata Aunur Rafiq, setiap siswa diwajibkan menghafal Al Quran minimal satu ayat dalam satu hari, minimal ayat-ayat pendek, dan tentunya dipandu oleh guru agama sehingga tujuan dari program tersebut dapat terwujud.

Dalam pencanangan yang dihadiri ratusan kepala sekolah itu dia menjelaskan, Gerakan Satu Hari Satu Ayat diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda, khususnya yang beragama Islam, terhadap Al Quran sebagai kitab suci.

Selain itu, untuk menghindari dan membentengi mereka dari pengaruh budaya asing mengingat Karimun sebagai beranda terdepan Indonesia sangat rentan terhadap budaya asing.

“Termasuk juga narkoba. Nah, kita harapkan dampak positif dari gerakan turut mengurangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, gerakan tersebut juga secara tidak langsung akan mencetak para penghafal atau hafidz Al Quran, dan setiap tahun akan didata seberapa banyak jumlah hafidz Al Quran di daerah setempat.

“Para hafidz, qori dan qoriah dari Karimun sudah tidak diragukan lagi prestasinya, sering tampil berprestasi di even MTQ tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Dengan program ini, kita akan evaluasi jumlah siswa yang hafidz Al Quran,” tuturnya.

Siswa yang hafal Al Quran, menurut dia, akan memperoleh nilai tambah dan direkomendasikan untuk dapat diterima di sekolah binaan atau perguruan tinggi bergengsi, meski hafal Al Quran tidak menjadi syarat dalam kelulusan siswa.

“Saya fikir ini sebagai motivasi kepada anak-anak. Pemerintah daerah mendorong setiap umat beragama, tidak hanya Islam tetapi agama lain untuk menanamkan kecintaan terhadap ajaran agama dan kitab sucinya,” ujar dia.

Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim kepada jurnal menambahkan, Gerakan Satu Hari Satu Ayat merupakan implementasi dari visi misi kepala daerah sebagai tafsiran dari Empat Azam (slogan) Kabupaten Karimun.

“Yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia berlandaskan iman dan takwa, dan kita tanamkan kepada anak didik sejak dini, setidaknya mulai dari SD,” katanya.

Dalam pencanangan tersebut, sebanyak 12 siswa-siswi SMPN 2 Binaan Tebing menampilkan kemampuannya menghafal beberapa ayat Al Quran dalam surat-surat pendek (juz amma).

Mereka dengan suara nyaring, fasih dan lancar membaca ayat-ayat per ayat di depan bupati dan ratusan kepala sekolah.

Kepala SMPN 2 Binaan Tebing Hernayati mengatakan, sekolahnya telah lama menerapkan muatan lokal Menghafal dan Membaca Al Quran, minimal satu ayat dalam satu hari.

“Ini kan hanya pencanangan secara luas di sekolah-sekolah lain. Kalau kita sudah lama menerapkannya. Untuk mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertakwa, tentu harus dimulai dari diri, dan itu harus sejak dini, salah satunya dengan gerakan ini,” kata dia.

Menurut Hernayati, setiap siswa diwajibkan mengusulkan ayat-ayat yang akan mereka hafal kepada guru, seperti surat-surat pendek dalam Juz Amma, atau surat lain.

“Alhamdulillah mereka tidak terbebani, malah mereka makin terpacu untuk memahami arti atau makna dari ayat yang mereka hafal,” ujar Hernayati. (rdi)

 

Baca Juga:

Bupati Hadiri Peringatan Nuzul Quran

PKB Karimun akan Gelar Nusantara Mengaji

Bupati: MTQ Ajang Pendalaman Al Quran

105 Qori Adu Kemampuan di Mentiasa

Matematika Masih Jadi Momok UAS

Total Views: 196

Pos terkait