Menko Muhaimin: Kopi Pesantren Al Hikmah II Brebes Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Muhaimin Iskandar, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikmah II Brebes, Selasa (03/11). (Dok. Pemkab Brebes/Jurnalterkini.id)

BREBES, Jurnalterkini.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong pesantren mengembangkan usaha kopi sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekaligus membuka sumber penghasilan baru bagi warga.

Pengembangan potensi kopi berbasis pesantren dinilai dapat memperluas kegiatan usaha produktif dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan perdesaan. Hal tersebut telah dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas apa yang disampaikan oleh Kiai Sholahudin Masruri tadi, bahwa pesantren ini telah dan akan terus merintis pemberdayaan masyarakat,” ucap Menko Muhaimin dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi khusus Pesantren: Model Pengembangan Usaha Kopi
Berbasis Pesantren di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (03/11/2026).

“Bukan hanya bagi masyarakat di sekitar pesantren, tetapi juga menyiapkan anak-anak didik santrinya agar siap menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri ketika lulus nanti,” sambungnya.

Menko Muhaimin menilai pendekatan tersebut merupakan bentuk pendidikan berbasis pemberdayaan. Menurutnya, pesantren perlu mempersiapkan masa depan santri secara utuh dengan mengintegrasikan pendidikan agama, kapasitas, dan keterampilan agar mereka mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda yang memberikan pendidikan gratis kepada hampir 500 santri dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pesantren telah lama menjadi bagian penting dalam penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, pembinaan, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Al Hikmah 2 ini adalah salah satu contoh dari ribuan pesantren yang sejak awal memang memiliki komitmen pada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan, sekaligus menyiapkan masa depan anak-anak didik para santri,” tegas Menko Muhaimin.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 K.H. Sholahudin Masruri menjelaskan, pengembangan kopi berawal dari ketertarikannya terhadap komoditas tersebut pada 2017. Dari pengalaman itu, ia mulai mengenal masyarakat di kawasan pegunungan dan melihat peluang untuk mendampingi mereka mengembangkan potensi ekonomi berbasis pertanian.

Baginya, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi jalan untuk memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan. Karena itu, pesantren berupaya mendorong masyarakat agar dapat berkontribusi dalam berbagai sektor produktif, mulai dari perikanan, peternakan, hingga pertanian.

“Pesantren kami mencoba menggiring masyarakat untuk bisa berkontribusi tinggi di bidang perekonomian, baik di perikanan, peternakan, ataupun pertanian,” ungkap Sholahudin.

Selain kopi, Al Hikmah 2 juga mengembangkan budidaya melon dan perikanan. Dirinya berharap lahan-lahan yang tersedia, termasuk tanah wakaf, dapat dimanfaatkan secara produktif untuk menanam kopi, melon, dan berbagai komoditas pertanian lainnya.

Dengan begitu, potensi lahan tidak hanya menjadi aset, tetapi juga sumber kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pengembangan ekonomi tersebut turut terintegrasi dengan pendidikan pesantren.

Al Hikmah 2 menerapkan kurikulum kreatif yang membekali santri dengan keterampilan praktis, seperti perikanan, tata busana, dan pengelasan. Pendidikan ini diharapkan membuat santri memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha maupun mendampingi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

Kemenko PM berharap praktik pemberdayaan yang dilakukan Al Hikmah 2 dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Penguatan usaha produktif berbasis potensi lokal diharapkan mampu membuka kesempatan ekonomi lebih luas, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga bagian dari penggerak kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. (Yadi)

Pos terkait