Porprov Jateng XVII Resmi Dibuka, 7.999 Atlet Berebut Prestasi dan Tiket Menuju PON 2028

Semarang, jurnalterkini.id— Ahmad Luthfi   Gubernur Jawa Tengah  resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Tahun 2026 di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (25/10/2026). Ajang olahraga empat tahunan ini diikuti 7.999 atlet dan 1.910 ofisial dari 35 kabupaten/kota untuk memperebutkan prestasi terbaik sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Bacaan Lainnya

Porprov Jateng XVII berlangsung pada 25-31 Oktober 2026 dengan mempertandingkan 58 cabang olahraga dan 810 nomor pertandingan. Pelaksanaan kompetisi dipusatkan di wilayah Semarang Raya dengan melibatkan sejumlah daerah sebagai tuan rumah, serta beberapa lokasi lain di Jawa Tengah untuk cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas khusus.

“Jadi, Porprov ini diikuti 35 kabupaten/kota. Semarang Raya menjadi tuan rumahnya,” kata Ahmad Luthfi di sela-sela acara pembukaan.

Menurut Luthfi, Porprov tidak sekadar menjadi ajang bagi setiap daerah untuk menyumbangkan medali dan mengukir prestasi. Lebih dari itu, kompetisi ini merupakan sarana untuk mengevaluasi hasil pembinaan olahraga di daerah sekaligus mempersiapkan atlet-atlet potensial Jawa Tengah agar mampu bersaing pada PON 2028.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh kontingen menjadikan Porprov sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperkuat daya saing olahraga daerah. Target prestasi yang tinggi dinilai penting agar kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang dapat diandalkan dalam ajang olahraga nasional.

“Kita ingin membuat atlet-atlet Jawa Tengah diperhitungkan dalam PON nanti. Maka, dalam Porprov ini setiap kontingen atau daerah harus punya target tinggi agar menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.

Selain mengejar prestasi, Porprov Jateng XVII diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh insan olahraga di Jawa Tengah. Ajang ini dinilai penting untuk memperkuat kebersamaan, semangat persatuan dan kesatuan, serta jiwa korsa di antara atlet, ofisial, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat.

Luthfi mengingatkan seluruh peserta agar mengedepankan sportivitas dan tidak terjebak dalam kepentingan sektoral. Setiap kontingen diminta menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk saling menghormati, menjaga integritas pertandingan, dan menunjukkan kemampuan terbaik.

“Para atlet dan ofisial jangan mempunyai ego sektoral, gunakan media ini untuk saling menghormati, wasit juga tidak boleh memihak, berikan yang terbaik,” tegas Luthfi.

Ia juga berharap Porprov dapat menjadi tontonan olahraga yang menarik dan menghibur masyarakat. Dengan demikian, manfaat penyelenggaraan tidak hanya dirasakan oleh atlet dan organisasi olahraga, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Dalam jangka panjang, Porprov diharapkan menjadi investasi strategis bagi kemajuan olahraga Jawa Tengah, terutama melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan dan peningkatan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Penyelenggaraan Porprov Jateng XVII juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang menjadi tuan rumah. Lima daerah di Semarang Raya yang terlibat dalam penyelenggaraan adalah Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal.

Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan rombongan kontingen diperkirakan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Sejumlah sektor yang diharapkan memperoleh manfaat antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perhotelan, serta pariwisata.

Menurut Luthfi, penyelenggaraan ajang olahraga berskala provinsi tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi melalui pergerakan peserta dan kebutuhan pendukung selama kompetisi berlangsung.

“Ini berkah bagi kita, dengan Porprov ini nanti akan ada perputaran finansial dan ekonomi,” katanya.

Karena itu, penyelenggaraan Porprov tidak hanya dipandang dari sisi keberhasilan pertandingan, tetapi juga dari kemampuannya memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat yang menjadi tuan rumah.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, sebagian besar pelaksanaan Porprov melibatkan lima daerah di Semarang Raya. Namun, sejumlah cabang olahraga harus dipertandingkan di daerah lain karena keterbatasan atau kebutuhan fasilitas khusus.

Balap sepeda nomor track, misalnya, akan menggunakan velodrom di Surakarta. Sementara itu, cabang aeromodeling dijadwalkan berlangsung di Bandara Ngloram, Kabupaten Blora. Adapun cabang gimnastik nomor senam artistik akan diselenggarakan di Kabupaten Pati.

Penempatan pertandingan di sejumlah daerah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan fasilitas setiap cabang olahraga sehingga kompetisi dapat berlangsung sesuai dengan karakteristik dan persyaratan teknis masing-masing.

Sujarwanto menjelaskan, Porprov merupakan kompetisi olahraga antarkabupaten/kota yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. Ajang ini menjadi salah satu instrumen untuk mengukur hasil pembinaan atlet di setiap daerah sekaligus mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh Jawa Tengah.

“Porprov Jateng ke-XVII ini ajang kompetisi olahraga antarkabupaten/kota setiap empat tahun sekali. Tujuannya untuk mengukur hasil pembinaan atlet di daerah, mempertemukan semua atlet terbaik dari seluruh kabupaten/kota dan memilih yang terbaik, menjaring atlet potensial, serta meningkatkan mutu pembinaan secara terarah,” katanya.

Melalui kompetisi tersebut, KONI Jawa Tengah berharap proses penjaringan atlet potensial dapat berjalan lebih terukur. Atlet yang menunjukkan kemampuan terbaik berpeluang menjadi bagian dari pembinaan lanjutan untuk memperkuat kontingen Jawa Tengah pada kompetisi tingkat nasional.

Dengan melibatkan 35 kabupaten/kota, ribuan atlet, dan puluhan cabang olahraga, Porprov Jateng XVII menjadi momentum bagi daerah untuk menguji hasil pembinaan sekaligus membuktikan kualitas atlet masing-masing.

Selama sepekan penyelenggaraan, para atlet akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di Jawa Tengah, meraih prestasi setinggi mungkin, dan mengharumkan nama daerah asal mereka. Di saat yang sama, ajang ini diharapkan memperkuat fondasi pembinaan olahraga Jawa Tengah dalam menghadapi PON 2028 serta mendorong kemajuan olahraga dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.((PH)

Pos terkait