
Sementara itu, Kadispora Kabupaten Karimun Usman mengatakan atlet pelajar ini akan dikirim ke dua event yang diselenggarakan di Jakarta mendatang.
“Bupati Karimun atas nama pemerintah Kabupaten Karimun bersama dengan masyarakat melepas secara resmi atlet dari Kabupaten Karimun yang mewakili provinsi Kepri berlaga di dua event yang pertama di pekan paralimpik pelajar nasional yang akan diadakan di Jakarta diikuti oleh 3 atlet yaitu atlet tenis meja, badminton dan atletik. Sekaligus bupati melepas 3 atlet pekan olahraga pelajar nasional dilaksanakan di Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya pengalaman untuk para anak-anak Karimun lebih penting dalam meningkatkan semangat mengingat betapa ketatnya proses seleksi yang telah di lewati.
“Tentu atas nama pemerintah berbangga bahwasanya anak-anak kita bisa berlaga di tingkat nasional. Yang terpenting pengalaman dan semangat mengingat para atlet harus mengikuti proses seleksi yang ketat,” sampainya.
Usman mengatakan mereka akan bergabung bersama atlet-atlet dari daerah lain juga, seperti pekan olahraga pelajar nasional terdiri dari beberapa cabor namun ini merupkan proses dari POPDA kemudian seleksi POPNAS, dan inilah anak-anak dari Karimun.
“Untuk yang mengikuti POPNAS dia tentu sudah mengikuti proses seleksi pekan olahraga pelajar kemudian prapopnas hasil daripada inilah mereka mengikuti pekan olahraga pelajar nasional namun sedikit berbeda regulasi dan aturannya di pekan paralimpik pelajar nasional,” lanjutnya.
Disamping itu Riya Saprianti ketua National Paralympic commite of Indonesia (NPCI) juga mengatakan terdapat 3 atlet disabilitas yang akan dipertandingkan di cabor atletik, tenis meja dan badminton.
“Sekolah yang dibawa terdiri dari SMK Yaspika, Santo Yusup dan SLB Negeri. Atlet disabilitas kita ada tiga orang dari NPCI Kabupaten Karimun. Pertandingan yang di ikuti yaitu para atletik, para tenis meja, dan badminton khusus yang disabilitas,” ungkap Riya.(edy)





