Dalam arahannya, Pj. Wali Kota juga menghimbau pihak sekolah agar mulai mensosialisasikan kepada para siswanya dan harus menginventarisisir. Ia mencontohkan tidak semua anak menyukai atau alergi telur dan ada yang alergi ikan.
Menurutnya ini harus tercatat dan terindentifikasi betul sebab makanan yang dipesan adalah makanan yang seragam. Maka penyedia jasa dari UMKM itu harus ada perbedaan, penyedia harus menyediakan pengganti yang lain yang setara.
Dadang optimis uji coba ini akan berjalan dengan baik. Pemkot Tegal bersama stakeholder yang terlibat telah mempersiapkan sebaik mungkin. Rapat persiapan bukan hanya dilaksanakan saat ini saja, melainkan sudah ada rapat-rapat pendahuluan termasuk membentuk tim untuk penyelenggaraan uji coba MBG.
“Besok pagi dalam tahapan kecil adalah pra gladi yang difasilitasi TNI yang besok difasilitasi oleh Danlanal. Yang berikutnya nanti tanggal 12 September kita akan gladi di enam sekolah, kita akan mencoba, dan disana akan kita pantau,” tutur Dadang Somantri.
Setelah pelaksanaan uji coba pihaknya akan melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan dan yang harus disempurnakan. Setelah gladi langsung uji coba mulai tanggal 17 – 20 September 2024 dan seremoni di 19 September 2024.
“Mudah-mudahan pada saat itu betul-betul sudah berjalan normal. Artinya sesuai dengan harapan, sesuai dengan rencana sehingga kekurangan-kekurangan yang pada saat pra gladi dilanjut gladi dan yang tanggal 17-18 September ini terlihat sempurna,” pungkas Pj. Wali Kota Tegal. (Yadi)





