Gerakan Mahasiswa Bisa Dorong Pemerintah Bersuara Lebih Lantang di Forum Internasional
Menurut pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah, gerakan Kemah Solidaritas Bagi Palestina di kampus di Indonesia semakin menebalkan kesadaran yang sudah ada selama ini terkait persoalan Palestina. Aksi tersebut sekaligus menunjukkan adanya perasaan yang sama di dunia sivitas akademika ketika menyangkut isu kemanusiaan.
“Mereka (kampus-kampus di Indonesia) hendaknya membangun suatu front, Front Kampus Indonesia untuk Palestina. Misalnya mencari tanda tangan dari mahasiswa yang sama jumlahya mereka yang sudah meninggal di Palestina saat ini,” tuturnya.
Meskipun menilai aksi semacam ini terlambat, tetapi menurut Reza dapat menjadi amunisi baru bagi pemerintah Indonesia untuk menyusun draf resolusi yang baru di PBB. Terlebih karena sebenarnya ada kekhawatiran di kalangan otoritas berwenang bahwa gerakan mahasiswa ini meluas seperti gerakan menghentikan Perang Vietnam pada 1960-an hingga awal 1970-an di AS dan berbagai belahan dunia.
Columbia University di New York, tambahnya, adalah salah satu universitas di AS yang memelopori gerakan mahasiswa di AS, juga ikut menentang Perang Vietnam ketika itu yang berujung pada penghentian perang dan penarikan mundur seluruh pasukan AS dari negara itu.
Aksi Pro-Palestina Meluas ke 43 Kampus, Lebih 2.000 Mahasiswa Ditangkap
Mahasiswa Columbia University adalah yang pertama kali memulai aksi pro-Palestina pada 18 April. Ribuan mahasiswa dan sejumlah dosen mereka berkumpul di alun-alun kampus menuntut diakhirinya perang Israel-Hamas di Jalur Gaza dan dihentikannya hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang terkait Israel atau jelas-jelas mendukung perang di Gaza itu.
Masuknya aparat keamanan ke kampus dan penangkapan 200an mahasiswa Columbia University itu mendorong kampus-kampus lain bergerak. Sedikitnya 43 kampus, termasuk kampus-kampus Ivy League, menyuarakan hal yang sama. Hingga laporan ini disampaikan lebih dari 2.000 mahasiswa ditangkap dalam berbagai aksi pro-Palestina di kampus-kampus AS itu. [voa]
Jaringan: VOA





