Pemerintahan Kim Jong Un kemungkinan akan melanjutkan atau bahkan meningkatkan langkah-langkah provokatif, kata para pejabat dan analis. Kesimpulan itu mencuat setelah negara tersebut membuat kemajuan dalam pengembangan rudal balistik, memperkuat kerja sama dengan Rusia, dan membatalkan tujuan mereka yang telah berlangsung selama puluhan tahun untuk bersatu kembali secara damai dengan Korea Selatan.
Sebelumnya pada Minggu (28/1/2024), media pemerintah Korea Utara KCNA mengecam serangkaian latihan militer yang dilakukan dalam beberapa minggu terakhir oleh pasukan AS dan Korea Selatan. Media itu memperingatkan konsekuensi yang “tanpa ampun” atas latihan itu.
“Pelaksanaan latihan perang nuklir yang gila-gilaan terhadap republik kami sejak awal Tahun Baru menuntut agar kami sepenuhnya siap untuk perang mematikan,” demikian isi pesan tersebut.
Korea Utara melakukan uji coba pertama rudal jelajah dengan kemungkinan kemampuan serangan nuklir pada September 2021. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





