Presiden Joko Widodo Geram dengan Impor Pakaian Bekas

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution dan Plt Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang memusnahkan barang bekas yang diduga asal impor di Pekanbaru, Riau, Jumat (17/03). (Biro Humas Kemendag)
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution dan Plt Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang memusnahkan barang bekas yang diduga asal impor di Pekanbaru, Riau, Jumat (17/03). (Biro Humas Kemendag)

Jakarta (VOA) – Presiden Joko Widodo merasa geram dengan maraknya bisnis impor pakaian bekas. Ia mengatakan, bisnis ini bisa mengganggu perekonomian tanah air sehingga perlu dihentikan.

Jokowi menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelidiki bisnis impor pakaian bekas. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sudah ada beberapa pihak yang diketahui menjalankan bisnis tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ini dalam waktu sehari, dua hari ini sudah banyak yang ketemu. Itu menganggu industri tekstil di dalam negeri, sangat menganggu. Jadi, yang namanya impor pakaian bekas setop, (karena) mengganggu, sangat menganggu industri dalam negeri kita,” ungkap Jokowi.

Menyusul keputusan Jokowi, pihak berwenang, Jumat (17/3), memusnahkan 730 bal pakaian, sepatu, dan tas bekas impor senilai kurang lebih Rp10 miliar di Pekanbaru, Riau, Jumat (17/03). Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bersama Wakil Gubernur Riau Edy Nasution dan Pelaksana Tugas (plt) Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Moga Simatupang.

Menurut Zulkifli, pemusnahan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Kementerian Perdagangan dalam proses pengawasan dan penegakan hukum terkait dengan pelanggaran di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen.

Total Views: 966

Pos terkait