Dudi mengaku, jumlah warga Jawa Barat yang menjadi prioritas divaksin jumlahnya terus bertambah termasuk vaksinasi bagi pelayan publik yang berasal dari pemerintah kabupaten/kota yang datang langsung ke Gedung Sate.
“Selain ASN Pemprov Jabar yang jumlahnya 34 ribu, ada juga ASN dari kabupaten/kota yang kami layani (vaksin), seperti dari Dishub dan UPTD di Cirebon, mereka di sana kehabisan vaksin, sehingga datang ke sini,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua pelaksana vaksinasi Korps Alumni KNPI Jawa Barat Dine Mutiara mengatakan, pihaknya menggandeng berbagai organisasi kepemudaan terkait vaksinasi tersebut sebagai upaya untuk memperbanyak warga Jawa Barat yang telah divaksin.
“Kami berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan juga kota/ kabupaten dalam membantu menangani pandemi ini,” ujarnya.
Dine menargetkan, setiap Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang ada mampu mengajak 30 warga untuk divaksin.
“Sekarang ini tahap pertama. Nanti ada tahap kedua di setiap kabupaten/kota. Mereka nanti berkoordinasi dengan pemda setempat,” imbuhnya. (Parno/Fiki)
Baca juga: Anggota DPRD Jawa Barat Tolak Pajak Sembako, Faizal Hafan Farid : Menambah Beban Petani dan Peternak





