PADANG, Jurnalterkini.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan penataan ruang laut di seluruh wilayah Sumatera guna mengoptimalkan kekayaan bahari bagi kesejahteraan masyarakat.
Langkah ini disampaikan Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, dalam Rapat Teknis Penataan Ruang Laut se-Sumatera yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).
Kartika menjelaskan, Sumatera memiliki keanekaragaman kekayaan laut yang sangat tinggi yaitu mencakup potensi perikanan, wisata bahari, transportasi laut, kepelabuhanan, energi, hingga kawasan konservasi.
Menurutnya, penataan ruang laut yang terencana dan terintegrasi bertujuan memastikan pemanfaatan berjalan maksimal, sekaligus mendukung pencapaian visi nasional dalam ketahanan pangan, energi, air, serta program strategis lainnya.
Sejumlah prioritas KKP ungkap Kartika turut membutuhkan kerangka zonasi yang jelas pengembangan kampung perikanan budidaya, revitalisasi tambak, pembudidayaan ikan ramah lingkungan, modernisasi kapal perikanan, hingga pembangunan pergaraman nasional.
“Penataan ruang laut dan zonasi pesisir tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pelaksanaannya memerlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan,” tegas Kartika.
Sementara itu, Kepala Balai Penataan Ruang Laut (BPRL) Padang, Rahmat Irfansyah, melaporkan peran lembaganya mencakup perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, hingga pembinaan wilayah pesisir dan laut.
Menurutnya, hingga saat ini, BPRL Padang telah menerbitkan 982 Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL), terdiri dari 895 persetujuan dan 87 konfirmasi, serta terus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah.
Meski berkantor di Sumatera Barat, BPRL Padang mencakup wilayah kerja perairan seluruh provinsi di Pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung. Koordinasi lintas wilayah terus diperkuat agar setiap pemanfaatan ruang laut berjalan tertib, sesuai aturan, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi seluruh masyarakat pesisir.





