Karimun, JurnalTerkini.id — Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengidentifikasi faktor kemiskinan dan rendahnya daya beli masyarakat prasejahtera sebagai pemicu utama masih ditemukannya kasus tengkes (stunting) di kawasan pesisir tersebut.
Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan wilayahnya memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh keluarga berpenghasilan rendah akibat keterbatasan ekonomi.
“Kita ini daerah pesisir yang kaya akan ikan, tetapi masalahnya ada pada kemiskinan dan daya beli keluarga prasejahtera untuk mengakses gizi tersebut,” kata Iskandarsyah di Kelurahan Tanjung Batu Kota, Senin (3/8).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Karimun per Juni 2026, tercatat 855 anak atau 7,57 persen balita di daerah tersebut masih mengalami stunting dari total 11.297 anak yang diukur.
Pemerintah daerah mengarahkan intervensi bantuan gizi tidak hanya pada edukasi pangan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan mikronutrien serta pendampingan langsung ke rumah-rumah warga prasejahtera. (*/rdi)





