TEGAL, Jurnalterkini.id – Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam sumur belakang rumahnya. Korban diketahui berinisial N.S. (61).
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin malam (3/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Jenazah korban baru ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (4/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.10 WIB setelah keluarga dan tetangga kehilangan kontak dengan korban.
Menurut keterangan warga, sebelum kejadian korban sempat berpamitan ke belakang rumah. Namun hingga larut malam N.S. tidak kunjung kembali ke dalam rumah. Karena curiga, pihak keluarga bersama tetangga kemudian melakukan pencarian.
Pencarian berujung pada penemuan tubuh korban sudah berada di dalam sumur yang berada di pekarangan belakang rumah. Mengetahui hal tersebut, warga segera melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Dukuhturi.
“Petugas langsung bergerak ke TKP untuk mengamankan lokasi, membantu evakuasi, dan berkoordinasi dengan tim medis serta Unit Identifikasi,” ungkap Kapolsek Dukuhturi, IPTU Ahmad Joni, S.H. saat dikonfirmasi di lokasi.
Setibanya di lokasi, petugas gabungan dari Polsek Dukuhturi, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tegal, Puskesmas Dukuhturi, dan perangkat desa langsung melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jenazah dari dalam sumur dilakukan secara hati-hati dengan bantuan warga setempat karena kondisi sumur cukup dalam.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian diperiksa di tempat oleh tenaga medis Puskesmas Dukuhturi bersama Unit Identifikasi Polres Tegal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat korban terpeleset dan jatuh ke dalam sumur saat berada di belakang rumah pada malam hari.
“Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ada tanda kekerasan. Dugaan awal adalah kecelakaan,” jelas IPTU Ahmad Joni.
Pihak keluarga korban kemudian membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka memilih jenazah N.S. segera dimakamkan. Permintaan keluarga itu dihormati oleh pihak kepolisian dengan tetap berpedoman pada prosedur hukum yang berlaku.
Jenazah korban akhirnya dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pada Selasa pagi dengan suasana duka yang menyelimuti keluarga dan warga sekitar.
Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Dukuhturi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, khususnya bagi warga yang memiliki sumur di area rumah.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk memberikan pengaman atau penutup pada sumur, apalagi jika di rumah ada lansia. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada untuk menghindari kecelakaan serupa,” tegasnya.
Pemerintah desa setempat juga berencana melakukan sosialisasi kepada warga terkait pentingnya keselamatan di lingkungan rumah, terutama pada musim hujan dan malam hari saat jarak pandang terbatas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak keluarga untuk melengkapi laporan kejadian tersebut. (Pry)





