Kendati badak Jawa dapat berkembang biak. Bukan berarti habitat dan individu satwa dilindungi itu aman dari berbagai gangguan seperti aktivitas perburuan, predator, penyakit, potensi inbreeding depression, dan bencana alam. Beragam gangguan itu masih mengancam keberadaan dan kelestarian badak Jawa.
“Untuk itu kami dan semua pihak yang membantu dalam upaya pelestarian badak Jawa tidak boleh lengah dan selalu mengantisipasi terhadap setiap ancaman yang mungkin akan terjadi,” tandas Satyawan.
Satu individu anak badak Jawa tersebut merupakan temuan susulan di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Pada 2022 dan 2023, dua individu baru anak badak Jawa terekam kamera jebak di Taman Nasional Ujung Kulon. Keduanya merupakan betina yang diberi indentitas ID.091.2022 dan ID.092.2023. Kini, jumlah badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon diperkirakan mencapai 82 individu.
Badak Jawa adalah jenis satwa langka yang masuk ke dalam 25 spesies prioritas utama konservasi Indonesia. Uni Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) memasukkan spesies badak Jawa ke dalam status yang berisiko tinggi terancam punah di alam liar. [voa]
Jaringan: VOA





